Fiqhun Naum: Menejemen Tidur
Oleh: Kharisudin Aqib.
(بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلۡمُزَّمِّلُ قُمِ ٱلَّیۡلَ إِلَّا قَلِیلࣰا نِّصۡفَهُۥۤ أَوِ ٱنقُصۡ مِنۡهُ قَلِیلًا أَوۡ زِدۡ عَلَیۡهِ وَرَتِّلِ ٱلۡقُرۡءَانَ تَرۡتِیلًا إِنَّا سَنُلۡقِی عَلَیۡكَ قَوۡلࣰا ثَقِیلًا إِنَّ نَاشِئَةَ ٱلَّیۡلِ هِیَ أَشَدُّ وَطۡـࣰٔا وَأَقۡوَمُ قِیلًا)
[سورة المزمل 1 - 6]
Artinya:
"Bismillah hirrahmanirrahim....
Hai orang yang sedang berselimut, bangunlah di waktu malam kecuali sedikit waktu, separuh malam atau kurang sedikit dari separuh, atau lebih sedikit dari separuh, dan bacalah Al Qur'an dengan tartil. Sungguh Kami akan memberikan padamu kata-kata yang berbobot, sesungguhnya di dalam suasana malam adalah menjadikan kata lebih menghunjam ke dalam hati dan terkesan".
Pada hakikatnya tidur adalah akhul maut (saudaranya mati), oleh karena itu maka tidur sangat penting bagi manusia, khususnya bagi orang-orang yang beriman. Penting untuk difahami dan dipersiapkan segala sesuatunya. Seperti persiapan akan tidur, waktu tidur dan bangun tidur. Waktu tidur ruh manusia masuk ke alam arwah, sementara jasad manusia terbaring tak berdaya. Sekalipun demikian di dalam jasad manusia sebagai alam kecil (mikro kosmos), tetap terjadi proses kehidupan yang sempurna, tanpa pengendalian dari ruh sebagai 'pemilik nya' tetapi pengendalian diatur langsung oleh pemilik yang sesungguhnya, yaitu Allah SWT. Ruh mengembara di alam arwah, kadang kala pengalaman di alam arwah terkoneksi atau tersambung dengan kesadaran fisiknya maka terjadilah peristiwa 'mimpi' . Mimpi yang bebas dari kesan terakhir sebelum tidur, itulah pengalaman ruhani yang sesungguhnya dan mimpi yang terpengaruh oleh pengalaman sebelum tidurnya itulah pengalaman psikologis sebagai respon diri seseorang terhadap sebuah kejadian.
Di dalam badan yang sedang tidur, metabolisme tubuh bekerja dengan baik dan sempurna. Mulai dari sistem pernapasan, sistem pendarahan, sistem pencernakan makanan, sistem hormonal, sistem pertahanan tubuh, perkembangan dan pertumbuhan. Serta sistem perkembang biakan. Semuanya terjadi dengan maksimal, justru ketika tubuh sedang tertidur. Dalam tidur yang baik akan terjadi proses penyembuhan dan pemulihan kesehatan dalam tubuh. Peremajaan sel-sel yang rusak dan usang. Perlawanan anti bodi terhadap virus, bakteri dan berbagai jenis penyakit. Sehingga tidur yang berkualitas sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga agar badan tetap sehat, bugar dan bahagia. Demikian juga psikologis dan spiritual seseorang, akan merasa nyaman dan bahagia ketika kita bisa tidur dengan nyenyak dan leluasa.
B. Niat Tidur.
Rasulullah menyatakan bahwa setiap perbuatan manusia tergantung pada niatnya, termasuk juga ada tidur. Oleh karena itu kita harus meniatkan tidur kita sebagai amal ibadah kepada Allah SWT. Niat mempersiapkan diri agar badan sehat, bugar dan kuat menjalani ta'at kepada Allah SWT. Khususnya juga agar bangun di waktu malam untuk menjalankan sholat tahajud.
C. Panduan Tidur Rasulullah.
Nabi Muhammad Saw selaku pembimbing sejati kita sebagai utusan Allah (Rasulullah), telah memberikan bimbingan dan ajaran-ajaran nya kepada kita semua. Khususnya dalam mengamalkan firman Allah SWT surat Al Muzzammil ayat 1-6 tersebut di atas. Yaitu:
1. Tidak tidur semalaman suntuk. Mulai dari terbenamnya matahari sampai dengan terbitnya matahari. Tidur semalaman suntuk, akan tidak baik untuk kesehatan, khususnya kesehatan jiwa, lebih khusus lagi dalam proses pembentukan karakter. Dengan model tidur tersebut, seseorang akan memiliki karakter yang tumpul terhadap, ilmu dan keilmuan, keras kepala dan kuat nafsu kebinatang jinakkan (makan, minum, tidur dan sex).
2. Tidur di malam hari sekitar (kurang lebih 6 jam). Kalau siang sudah tidur nyenyak, malam hari bisa tidur kurang dari 6 jam. Kalau siang tidak tidur, bahkan capek bekerja keras, malam hari bisa tidur lebih sedikit dari 6 jam. Inilah praktek pengamalan surat Muzammil ayat 1-6 tersebut, yang paling sesuai dengan kultur kita (manusia di zaman akhir ini), yang semua aktivitas serba cepat dan tepat.
3. Menempatkan waktu tidur selama sekitar 6 jam tersebut di antara kedua ujung malam. Yaitu setelah sholat isya' dan sebelum shalat subuh. Atau antara jam 21, sampai 03. Ini tradisi para nabi dan para waliyullah, yang sangat penting untuk kita ikuti.
4. Bangkit dari tempat tidur sekitar jam 03- sampai dengan menjelang waktu shalat subuh, untuk sholat tahajud. Kemudian melakukan relaksasi (tidur-tiduran), sampai adzan subuh. Kebiasaan seperti ini (qiyamullail) seperti itu akan membuat seseorang sehat lahir batin, sekaligus memiliki daya tahan terhadap penyakit fisik, mental maupun spiritual. Sekaligus memunculkan aura dan akhlak positif dan energik.
5. Tidak tidur setelah sholat subuh sampai waktu dhuha hampir berakhir. Kebiasaan tidur di waktu tersebut sangat membahayakan bagi kesehatan tubuh, khususnya terkait dengan menguatnya potensi penyakit kanker.
6. Tidur relaksasi (tidur qoilulah), menjelang sholat dhuhur atau menjelang sholat ashar.
Tidur di kedua waktu tersebut akan menjadikan tubuh dan jiwa kita akan segar kembali, dan akan menambah kekuatan untuk begadang (tidak tidur di malam hari).
7. Tidak tidur setelah sholat ashar sampai habis waktu shalat maghrib. Karena kebiasaan tidur di waktu tersebut akan sangat membahayakan bagi kesehatan jiwa (pikiran dan cara pikirnya).
8. Tidur dalam keadaan memiliki wudhu. Sekalipun dalam keadaan berhadas besar. Inilah tradisi yang Rasulullah yang sangat penting untuk kita ikuti, karena sangat besar manfaatnya untuk kesehatan ruhani.
9. Berdo'a dan berdzikir sebelum serta sesudah tidur. Dzikrullah dengan membaca surat Al ikhlas, Al Falaq dan An nas. Dan atau ayat kursi 2× . Setelah itu berdoa: "Bismika Allhumma Ahya, wa Bismika Amuut".
Dan ketika bangun tidur berdo'a:
" Alhamdulillahilladzii Ahyanaa bakda maa atanaa wa ilaihin nushur".
10. Mematikan lampu kamar menjelang tidur dan menyalakannya yang di luar kamar. Tidur dalam keadaan gelap akan besar manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Akan mempercepat proses penyembuhan dan pemulihan kesehatan, serta membuat kita menjadi awet muda dan tidak mudah sakit. Dan jika sakit akan mudah sembuh. Sedangkan menyalakan lampu di luar kamar, akan lebih bermanfaat untuk keamanan.
11. Tidur dalam keadaan menutup aurat, dengan pakaian yang suci dan longgar. Hal ini akan membuat tidur kita lebih bermakna dan menyehatkan badan jiwa kita.
12. Istiqomah-kan pola tidur yang paling baik dan paling berkah, "cepat tidur dan cepat bangun". Atau tidur lebih awal dan bangun lebih awal. Jangan yang sebaliknya, lambat tidur dan lambat bangun. Sekalipun pola yang kedua ini ada baiknya, tetapi pola ini, kurang barokah. Apalagi pola yang ke tiga, cepat tidur lambat bangun.
13. Tidak tidur setelah makan, kecuali setelah berjarak lebih dari 2 jam atau lebih. Tidur setelah makan, akan mengganggu kesehatan, khususnya sistem pencernaan makana
14. Biasakan tidur dengan posisi miring ke kanan dan menghadap ke arah kiblat. Dengan posisi tidur seperti ini, seseorang akan mendapatkan banyak manfaat, diantara kesehatan tubuh, khususnya yang terkait dengan jantung dan sirkulasi darah.
15. Usahakan Tidur se- ranjang dengan suami atau isteri. Hal ini akan menjauhkan dari kesenjangan dan menambah kekuatan cinta kasih diantara keduanya.
16. Ajarilah anak kita tidur yang islami dengan mandiri sejak usia dini, sekitar 7 tahun. Agar kelak tumbuh menjadi anak yang mandiri dan memiliki ketangguhan mental dan pribadi.
17. Pisahkan kamar tidur antara anak laki-laki dengan anak-anak kita yang perempuan. Sejak sedini mungkin. Agar masing-masing bisa tumbuh kepribadiannya dengan sempurna, sesuai dengan kodrat seksualitas.
D. Gangguan Tidur dan Solusinya.
Adapun gangguan Tidur yang dimaksudkan di sini adalah kondisi dan perasaan yang tidak nyaman, sehingga seseorang sulit untuk memulai tidur atau tidur tidak nyenyak, suka terbangun, mimpi-mimpi buruk atau perasaan tidak nyaman di kala bangun tidur.
1. Sulit Memulai Tidur.
Sulit untuk memulai tidur, bisa jadi karena pengaruh perilaku sebelum tidur. Seperti: kelamaan tidur siang, perut kosong, pengalaman yang terlalu berkesan (traumatis), terlalu menakutkan, terlalu mengharukan, dan terlalu menyenangkan (fantastik).
Adanya gangguan psikologis, seperti: insomnia. Halusinasi, histeria dll.
Pengaruh makanan atau minuman. Kecanduan atau sachao (ketagihan), dll. Pengaruh Jin dan sihir. Diantara solusi gangguan sulit tidur adalah dengan do'a mengikuti bimbingan tidur Rasulullah Saw tersebut di atas, khususnya dzikrullah dan do'a sebelumnya. Juga sering-sering melakukan 'senam" menjelang tidur. Yaitu gerakan mengangkat kedua kaki ke atas kepala, dengan posisi tidur telentang. Sekitar 5 -10 menit.
2. Sulit Bangun, khususnya untuk sholat tahajud.
Bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah, sulit bangun malam adalah gangguan tidur yang cukup meresahkan. Karena mereka meyakini bahwa tidak bisa melaksanakan sholat tahajud adalah sebuah kerugian yang besar besar. Baik kerugian duniawi maupun ukhrowi.
Maka solusinya adalah dengan, mengikuti aturan Rasulullah dalam persiapan tidur, tidak terlalu banyak makan, dan membersihkan hati dari sikap mental yang buruk. Seperti riya' (suka pamer), hubbud dun-ya (materialis), hiqid (dengki), dan hasud (iri hati)
E. Rahasia Di balik Mimpi.
Kata Sang Rasul, mimpi yang benar adalah satu bagian dari 60 karakteristik kenabian.
Karena mimpi yang benar (Ar rukya as Shodioh) adalah pengalaman hunasi ketika keluar dari tubuh dan mengembara di alamnya (alam ruh) yang terekam kamera otak kita. Sehingga terkoneksi dengan kesadaran akal kita. Oleh karena itu, maka apa yang terlihat di dalam mimpi kita adalah berupa simbul-simbul, bukan berupa bahasa dunia, sekalipun demikian simbul-simbul tersebut memiliki hubungan dengan kondisi duniawi seseorang.
Juga kondisi fisik dan mental seseorang. Oleh karena itu, mimpi juga sangat terpengaruh oleh pengalaman sebelum tidur seseorang, khususnya pengalaman atau pemikiran yang sangat terkesan di dalam jiwa manusia.
Para winasis jawa membagi kedalaman tidur yang ada hubungannya dengan mimpi, menjadi tiga bagian: titiyoni, gondoyoni dan pospo tajem.
Pada tahap titiyoni (awal tidur), impian masih sangat rentan terpengaruh oleh pengalaman sebelum tidur. Sehingga mimpi di awal malam atau di awal tidur sering dianggap tidak berarti (kembange turu). Sedangkan tidur pada pertengahan fase atau Gondo Yoni (mimpi di pertengahan malam atau pertengahan tidur), lebih cenderung sebagai informasi ruhani, sehingga dapat diterjemahkan ke dalam bahasa duniawi. Adapun mimpi yang terjadi pada saat fase tidur paling nyenyak dan pulas, maka hampir bisa dipastikan bahwa impian itu benar-benar merupakan informasi ruhaniah yang terkoneksi ke jaringan otak manusia. Sehingga bisa diterjemahkan ke dalam bahasa kemanusiaan. Atau pada umumnya, mimpi pada saat menjelang sholat subuh, itulah yang sering kali terbukti mimpi yang benar (rukya as Shodiqoh).
Demikian uraian singkat tentang tentang dan hal-hal lain yang terkait dengan nya. Semoga bermanfaat dan maslahat lagi berkah untuk semuanya... Aamiin ya rabbal'aalamiin
NeoroPsikoSufistik
Oleh: Kharisudin Aqib.
Integrasi ketiga keilmuan Neorologi: ilmu tentang sel-sel otak, Psikologi: ilmu tentang kejiwaan dan Tasawuf: ilmu tentang keruhanian dalam Islam kita sebut dengan istilah NeoroPsikoSufistik. Dengan ilmu ini akan terang benang merah yang menghubungkan antara Tuhan, alam semesta dan juga manusia.
Wujud mutlak adalah Allah, sedangkan yang selain Dia wujudnya nisbi (relatif), mu'allaq (tergantung dengan yang mutlak), dan juga semu (bayangan dan copy-an semata). Wujud mutlak Allah adalah satu kesatuan dalam beberapa sifat istimewa Allah : Akbar, lathif, muhith, dhohir dan batin. Juga Al Awwal dan Al Akhir. Dalam ke-akbar- an Allah seluruh wujud ini berada di dalamnya. Dengan kelembutan Allah (Al Lathif), semua wujud, bahkan partikel yang paling lembut terisi. Artinya tidak ada satu partikel pun yang kosong dengan Dia yang maha lembut (Al Lathif). Allah Al muhith (meliputi), seluruh wujud, baik di dalam maupun di luar partikel yang wujud. Sehingga Dia disebut sebagai ad dhohir (yang maha nyata), karena semua yang nyata wujud nya ini ada partikel ketuhanannya (dzat ilahiah), dan semua yang wujudnya tidak nyata oleh indera manusia juga tembus dan terdiri dari kelembutan dan liputan Allah (luthfillah dan ihaathotillaah).
Untuk terhubungnya dzatullah (Al Lathif) dengan wujud material yang dhohir lagi fisikal Dia menggunakan mantel pembungkus yang bersifat materi lembut (soft material) yang disebut lathifah tujuh lapis (lathoifus sab'ah), mulai dari yang paling halus sampai yang paling kasar, secara berurutan dari dalam keluar (lathifah; akhfa, khofi, sirr, ruh, qolb, nafs dan qolab), kemudian melapisinya dengan materi kasar yang disebut unsur yang lima. Secara berurutan dari yang paling lembut sampai yang paling kasar; ether, api, udara, air dan tanah.
Dengan kata lain bahwa lathoifus sab'ah atau soft material adalah pembentuk software biologis (semua makhluk). Dan esensi dari semua lathifah tersebut berasal dari dzat Allah Al-Lathif. Seperti; dzauq, nafs, aql, qolb, lub da…
Dalam kajian yang terbalik bisa dikatakan: dalam kerja otak akan mempengaruhi psikologi seseorang, dan dalam kejiwaan (psikologi) seseorang ada keruhanian. Dan dalam keruhaniannya makhluk (manusia) akan berhubungan (beribadah) dengan Tuhannya. Atau sebaliknya; Tuhan (Al murid, Al 'aalim, Al Hayyu...) menggerakkan organ keruhanian makhluk-Nya, termasuk manusia. Sehingga manusia memiliki irodah (kehendak), ilmu, hidup dll. Aliran energi dari Allah kepada makhluk-Nya melalui lathoifus sab'ah, sehingga menggerakkan fungsi-fungsi psikologi sang makhluk (termasuk manusia). Mula-mula berupa fantasi, kemudian aksi kemudian kebiasaan, kemudian karakter kemudian Nasib dan Maqom atau posisi seseorang.
Sistem kerja Neorologis, psikologis dan spiritual dalam diri manusia sebagian besar telah tergambarkan dalam sistem kerja komputron (komputer dan elektronika), atau dalam komputer dan robotika. Dalam sistem komputer ada hardware (perangkat keras) seperti: cpu, monitor dan key board, serta mesin-mesin di dalamnya. Juga ada software (perangkat lunak, seperti: Microsoft office, windows, foto shoft.dll). Seluruh sistem kerja dalam software bekerja dan nempel pada perangkat keras. Dan kondisi dan spesifikasi masing-masing saling mempengaruhi. Maksudnya, baik dan buruknya hardware akan mempengaruhi baik dan buruknya sistem kerja software dan begitu juga sebaliknya. Sekalipun masing-masing memiliki rumus, keilmuan dan sistem kerja tersendiri.
Demikian juga sistem kerja dalam kehidupan diri manusia. Sistem keruhanian manusia menempel pada biologis manusia (otak; yang terdiri dari sel-sel yang sangat beragam dengan jumlah yang sangat besar, konon bisa mencapai miliaran sel, neurit dan denrit). Yang terpetakan secara garis besar ada otak: depan, kanan, kiri, belakang, tengah, juga otak besar dan otak kecil, serta ganglion otak sampai sungsum tulang belakang. Semuanya adalah serabut saraf yang sangat lembut tempat memancar nya sinyal-sinyal listrik biologi yang berhubungan dengan sinyal-sinyal rabbani yang jauh lebih lembut dari pada sinyal-sinyal tekhnologi informatika.
Hasil karya otak dalam menangkap sinyal-sinyal rabbani berupa karsa atau irodah dan syu'ur (perasaan) atau karya nafsani (syahwat, ghodhob dan ilmu), seluruhnya diproduksi dan didistribusikan oleh hardware (perangkat biologis) yang namanya otak. Ada yang didistribusikan ke organ fisik sehingga menimbulkan aksi (kerja). Baik kerja yang disadari (melalui saraf simpatik) maupun kerja tidak disadari (melalui saraf para simpatik). Dan satu jalur lagi didistribusikan ke dalam organ spiritual (khotrul Ilham), sehingga menimbulkan aksi batin Seperti: bersyukur, bersabar, berniat baik atau buruk. Hurmat, takdlim, ujub dll.
Sebagai mana sistem komputer (android): aplikasi keruhanian bisa dioperasikan melalui tampilan badan, pada dada dan wajah. Sebagai mana Dash board pada pada HP. Ada tujuh aplikasi keruhanian Lathoifus sab'ah (tujuh lathifah), selain menunjukkan dzat material lembut, juga menunjukkan ragam aplikasi spiritual. Yang tempat produksinya di dalam otak, sebagai mesinnya yang ada di dalam tengkorak kepala manusia. Sedangkan operasional dan settingannya ada di permukaan wajah dan dada manusia. Pada setiap lathifah ada jaringan Ilham rabbani (taqwa (+) dan fujur (-)). Lathifatun nafsi (aplikasi nafsu amarah), lathifatul qolbi (aplikasi nafsu lawwamah), lathitur ruhi (aplikasi nafsu mulhimah), lathitus Sirri (aplikasi nafsu Muthmainnah). Lathifatul Khofi (aplikasi nafsu roodliah), lathifatul Khofi (aplikasi nafsu mardliah), lathifatul akhfa (aplikasi nafsu mardliah), lathifatul qolab (aplikasi nafsu Kamilah). Ketujuh lathoif tersebut bisa dikenali dari aura (cahaya yang muncul) di permukaan badan atau di titik lathifah tersebut (bagi yang memiliki indigo, atau yang kasyaf suri). Sedangkan bagi orang-orang yang kasyaf maknawi atau diri sendiri atau orang lain pada umumnya bisa mengenalinya dengan akhlak dan karakter atau sifat-sifat kebiasaan diri seseorang. Seperti yang telah saya sebutkan, mesin fisikal yang memproduksi aksi atau perbuatan seseorang (perbuatan sadar, ambang sadar dan bawah sadar), bahkan perbuatan batin adalah otak. Maka perbuatan batin di dalam semua lathoifus sab'ah sebab Di alam metafisika, tabi'at manusia itu memiliki wujud maknawi yang berupa aneka macam jenis makhluk hidup, yang dapat dilihat orang yang memiliki kasyaf suri, yang secara garis besar ada empat jenis: bahimah (binatang jinak), dengan berbagai ragam spesiesnya. syiba'ah (binatang buas) dengan berbagai ragam spesiesnya, syaithan (setan), dengan berbagai ragam spesiesnya dan malaikat (malaikat), dengan berbagai ragam spesiesnya. Dengan proses yang intensif. Wujud maknawi tersebut bisa mengalami metamorfosis (perubahan bentuk fisik dan mental serta kesenangannya). Peristiwa metamorfosis tersebut disebut 'lailatul qadar'. Dan bayi yang baru terlahir dari proses metamorfosis spiritual yang sempurna, dari jenis bahimah, syiba'ah atau syaithan yang terlahir sebagai Wujud maknawi seorang manusia akan dibawa sampai di alam akhirat, mulai bangkit dari alam kuburnya, manusia akan digiring menuju ke surga atau neraka dengan wujud maknawinya. Sehingga kebanyakan manusia nanti berwujud setengah binatang jinak, setengah binatang buas, setengah iblis atau setan, setengah malaikat. Sesuai dengan tabiat yang melekat di dalam dirinya dan terbawa sampai mati. Disilnilah pentingnya Syariat puasa Ramadhan yang benar dan suluk dalam thariqah sebagai 'manipulasi' kondisi puasa di bulan Ramadhan. Atau topo broto, atau proses 'mengepompong' bangsa serangga, atau proses 'mengerami bangsa burung', Dengan harorotud Dzikri, (panasnya dzikir), telur atau kepompong ruhani, thiflul ma'ani akan terlahir atau menetas atau metamorfosis. Konsentrasi berdzikir pada titik lathifah tertentu harus terus dilakukan sampai daya-daya negatif di dalam lathifah tersebut menjadi hilang, dan secara 'permanen' daya positif saja yang masih tetap di sana. Dalam perjalanan menuju kepada kedewasaan ruhani 'suluk' akan memproses jiwa manusia dari dua sisinya. Sisi kehambaan (maqomul abdi) dan sisi kekhilafahan manusia (maqomul wali). Maqomul abdi (posisi seorang hamba Allah) yang mulai dari maqom taubat, waro' dan Zuhud. Sampai dengan Maqom Taslim dan ridlo. Sedangkan maqomul wali, adalah posisi manusia di hadapan Allah, sebagai kholifatullaah. Maka Maqom kewalian tersebut sesuai dengan Asmaul Husna (nama-nama indah Allah SWT). Mulai Maqom Abdurrahman, Abdurrahim, Abdul Malik dan seterusnya sempai Maqom paling sempurna, yakni ABDULLAH. Inilah yang disebut sebagai INSAN KAMIL tanpa AL kecuali Rasulullah Muhammad Saw Sang pemilik gelar Al-INSAN AL-KAMIL.
Note : Bisa dibaca di dalam buku saya: Kharisudin Aqib, Inabah; Jalan Kembali dari Narkoba, Stress dan Kehampaan Jiwa, Surabaya: PT. Bina Ilmu, tahun 2012.
Wajibkah Kita Berthoriqoh
Oleh: Abdulloh Kharisudin Aqib.
Pengertian Berthoriqoh
Secara konseptual, Berthoriqoh berarti menjalani hidup dengan menggunakan tata aturan agama Islam secara Kaaffah dan Istiqomah. Sebagai mana pengertian dan penafsiran ayat suci Al-Qur'an, surat Al jin ayat 16.
(وَأَلَّوِ ٱسۡتَقَـٰمُوا۟ عَلَى ٱلطَّرِیقَةِ لَأَسۡقَیۡنَـٰهُم مَّاۤءً غَدَقࣰا)
[Surat Al-Jinn 16].
Artinya:
Dan sekiranya mereka itu Istiqomah di dalam 'thoriqoh' ini, pastilah Kami akan memberikan minuman kepada mereka dengan air yang berlimpah-limpah.
Jumhur mufassir, memaknai kata *at- thoriqoh* tersebut dengan agama Islam.
Sedangkan secara praktis dan sosiologis (praktek dalam kehidupan di masyarakat), Berthoriqoh berarti mengikuti dan mengamalkan dzikir tertentu dengan bimbingan seorang guru mursyid tertentu.
Dan Berthoriqoh dalam pengertian inilah yang dimaksudkan dalam pembahasan ini.
Transformasi istilah Thoriqoh.
Peralihan penerapan istilah berthoriqoh dari berislam menuju ke sebuah aliran keruhanian, karena berthoriqoh merupakan suatu aktivitas dalam sisi keruhanian dalam Islam, sedangkan berislam seringkali berkonotasi makna dhohir dalam berislam atau lebih populer disebut bersyari'at.
Sehingga secara praktis berthoriqoh berarti beragama Islam dengan konsentrasi pada pandangan dan perbaikan aspek-aspek keruhanian dalam diri seorang muslim.
Dalam dimensi keruhanian Islam, metode yang diyakini paling efektif dan efisien adalah dzikrullah. Di samping metode ini juga diyakini paling bisa dilakukan oleh semua orang secara umum. Sehingga setiap kali disebut thoriqoh, berarti yang dimaksudkan adalah metode berdzikir.
Oleh karena itu, berthoriqoh berarti mengamalkan metode berdzikir tertentu dalam bimbingan mursyid tertentu juga.
Berthoriqoh sebagai Starting Poin dalam berislam.
Di dalam berislam kita harus Kaaffah, sebagai mana makna yang tersirat di dalam Al Qur'an surat Al Baqarah ayat 208:
(یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱدۡخُلُوا۟ فِی ٱلسِّلۡمِ كَاۤفَّةࣰ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَ ٰتِ ٱلشَّیۡطَـٰنِۚ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوࣱّ مُّبِینࣱ)
[Surat Al-Baqarah 208]
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara menyeluruh, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Karena sesungguhnya dia adalah musuh yang nyata bagi kalian.
Keseluruhan dari agama Islam itu meliputi: keyakinan, peraturan dan peribadatan. Ilmu tentang keyakinan ('aqidah Islam) namanya ilmu tauhid, atau ilmu kalam atau teologi. Ilmu tentang peraturan dan perundang-undangan Tuhan (ad dustur Al Ilahiy) namanya ilmu syariah atau ilmu fiqih, sedangkan ilmu peribadatan (perilaku dan sikap mental terhadap Tuhan), namanya ilmu akhlak atau tasawuf. Sehingga agar kita bisa berislam secara Kaaffah kita harus mengkaji tiga keilmuan tersebut. Sebagai ilmu pokok di dalam Islam (ilmu Ushuluddin).
Secara praktis, berthoriqoh berarti berislam dengan menjadikan kajian praktis tentang akhlak, khususnya akhlak kepada Allah sebagai Starting Poin dalam berislam. Menjadikan mengenal Allah sebagai titik awal dalam beragama (awwaluddin ma'rifatulloh). Dan menjadikan menyapa, menyebut-nyebut, mengingat-ingat asma Allah, rahmat dan karunia-Nya (dzikrullah), merupakan latihan praktis yang wajib untuk selalu dilakukan oleh setiap orang yang ingin (muridin) masuk Islam secara Kaaffah. Istiqomah di dalam metode ini yang disebut berthoriqoh. Dengan berthoriqoh yang terbimbing, sebagai mana para sahabat nabi dibimbing oleh sang rasul seorang muslim akan bisa berislam secara Kaaffah, baik dan benar di dalam keyakinannya, di dalam menjalani peraturan perundang-undangan Allah dan rasul-Nya serta baik di dalam menghambakan diri kepada Allah juga di dalam menjalani tugas sebagai Khalifah-Nya.
Dengan berthoriqoh yang terbimbing, sebagai mana para sahabat dibimbing oleh sang rasul, seorang muslim akan mencapai pribadi yang berakhlak mulia, bahkan menjadi pribadi yang sempurna (insan kamil), sebagai mana sang rasul Al Insan Al Kaamil, sang pemilik akhlak yang agung :
(وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِیمࣲ)
[Surat Al-Qalam 4].
Sehingga seorang muslim akan benar-benar menjadi hamba Allah ('Abdullah), atau setidaknya hamba Sang Maha pengasih ( 'Abdurrohman) atau hamba Sang Maha penyayang ('Abdurrohiim) dan seterusnya dari 'pancaran' asma-asma Allah yang indah (Al Asma' Al Husna).
Dengan begitu seorang muslim akan mencapai kebahagiaan yang hakiki dan abadi. Baik di dunia maupun di akhirat. Baik material maupun spiritual. Dia akan bahagia dan juga membuat orang lain menjadi bahagia. Sehingga dapat dikatakan, bahwa berthoriqoh adalah bagian inti dari Tritunggal dalam berislam yang Kaaffah. Di dalam menjalani kehidupan dengan berislam secara Kaaffah, seorang muslim memerlukan seorang pembimbing yang biasa disebut dengan istilah *Al - Mursyid* (sang pembimbing). Sang mursyid yang ideal adalah seorang *Kaamilun Mukammilun*
(Sempurna lagi menyempurnakan), dengan pengertian:
Sempurna secara biologis; seorang muslim adalah seorang pria yang berbadan sempurna (tidak cacat), bahkan sehat, kuat , mempesona dan berwibawa.
Sempurna secara neoropsikologis: keseimbangan kerja otak depan, belakang, kanan, kiri dan tengahnya, bagus. Sehingga potensi kecerdasan intelektual, emosional, spiritual dan kinestetiknya berkembang secara proporsional. Sempurna secara keilmuan: memahami dasar-dasar keilmuan agama dengan baik dan benar: tauhid, syariah, dan ibadah serta hikmatus tasyri'. memahami dasar-dasar keilmuan sosial dan psikologi dengan baik.
Serta memiliki Ketrampilan untuk memimpin dan membimbing dengan baik.
Juga sempurna secara akhlaki, yang rasuli: amanah, Fathonah, Shidiq dan tabligh. Sedangkan Mukammilun (menyempurnakan), dalam pengertian memiliki kemampuan dan keterampilan untuk membuat orang lain menuju kesempurnaan. Baik secara otoritas maupun kemampuan.
Otoritas karena mendapatkan amanah dari mursyidnya dan kemampuan karena memiliki ilmu dan pengalaman dalam bidang kepemimpinan dan kependidikan.
Siapakah Al Mursyid
Dia adalah para Khulafaur Rasyidun (para Khalifah yang terbimbing), mereka adalah para pemimpin yang menjadi wakil dari gurunya untuk membina umat pada masanya. Gurunya juga adalah Kholifah dari gurunya, gurunya juga adalah Kholifah gurunya dan seterusnya sampai kepada Kholifah Rasulullah Saw. Sehingga dapat dikatakan, bahwa para Khalifah tersebut adalah para Khalifah Rasulullah yang terbimbing (Khulafaur Rasyidun). Al Mursyid adalah Khalifah Rasulullah yang ada di hadapan kita.
Mursyid yang ada di hadapan kita adalah orang yang dipilih oleh Al Mursyid sebelumnya dengan pertimbangan dan Ilham dari Allah SWT. Untuk mengemban amanah dan tugas kerasulan (membacakan ayat-ayat Allah, mengajarkan kitab suci dan Al hikmah serta mensucikan jiwa manusia dari berbagai kotoran dan penyakit ruhani):
(رَبَّنَا وَٱبۡعَثۡ فِیهِمۡ رَسُولࣰا مِّنۡهُمۡ یَتۡلُوا۟ عَلَیۡهِمۡ ءَایَـٰتِكَ وَیُعَلِّمُهُمُ ٱلۡكِتَـٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ وَیُزَكِّیهِمۡۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡعَزِیزُ ٱلۡحَكِیمُ)
[Surat Al-Baqarah 129]
Artinya:
'Yaa Tuhan kami, utuslah di dalam mereka seorang utusan yang bertugas untuk: membacakan ayat-ayat-Mu, mengajarkan kitab suci dan hikmah, dan mensucikan mereka. Sungguh Engkau itu maha perkasa lagi maha bijaksana". Itulah tugas Al Mursyid atau wali Mursyid *(waliyan mursyidan)* Sebagai kelanjutan dari Rasulullah Saw.
Keuntungan Berthoriqoh.
Mengamalkan ajaran thoriqoh dengan baik dan benar secara istiqamah akan mendapatkan keuntungan yang luar biasa besarnya, diantara adalah:
1. Cepat sampai kepada Allah SWT (wushul). Artinya orang yang berthoriqoh ibaratnya seperti naik kendaraan khusus. Karena thoriqoh sebagai *madrasah* (guru, murid dan KBM), adalah kendaraan ruhani (Markabur ruuh). Dengan kendaraan ini, ruh akan cepat sampai ke tempat tujuan perjalanannya.
Ketika ruh telah sampai kepada Allah (connect, sambung dan selalu berdekatan dengan Allah), ruh akan menjadi sehat, kuat dan suci. Dan jika ketersambungan itu bisa permanen (baqa' ma'allaah), maka jiwa seseorang akan berakhlak dan berbuat seperti akhlak dan perbuatan Allah.
Karena berthoriqoh (thoriqoh dzikir) adalah thoriqoh (methode) yang paling baik menuju Allah, paling mudah, paling mulia, bahkan lebih utama dari pada thoriqoh infak dan jihad. Sebagai diriwayatkan Oleh Imam at Tirmidzi di dalam sebuah hadis.
2. Akan aman dan nyaman di jalan Allah (bisa Istiqomah di dalam ibadah dan semua amal kebaikan). Hal tersebut terjadi karena orang yang berthoriqoh berarti memiliki guru ruhani privat. Ibarat sekawanan domba, guru ruhani (mursyid) adalah sang gembala. Ia akan menjaga dan melindungi gembalaannya dari ketersesatan dan serangan serigala.
Demikian juga, para murid thoriqoh akan mendapatkan perlindungan dan bimbingan dari sang mursyid secara ruhani. Sehingga selamat dari ketersesatan dan serangan serigala ruhani yang namanya iblis dan bala tentaranya.
3. Akan dapat memasuki surganya Allah dengan model rombongan. Sebagai mana diinformasikan oleh Allah SWT dalam Al Qur'an surat az Zumar ayat 73.
(وَسِیقَ ٱلَّذِینَ ٱتَّقَوۡا۟ رَبَّهُمۡ إِلَى ٱلۡجَنَّةِ زُمَرًاۖ حَتَّىٰۤ إِذَا جَاۤءُوهَا وَفُتِحَتۡ أَبۡوَ ٰبُهَا وَقَالَ لَهُمۡ خَزَنَتُهَا سَلَـٰمٌ عَلَیۡكُمۡ طِبۡتُمۡ فَٱدۡخُلُوهَا خَـٰلِدِینَ)
[Surat Az-Zumar 73].
Artinya:
Orang-orang yang bertaqwa kepada Tuhan mereka akan dipandu menuju ke surga dengan model rombongan. Sampai ketika mereka tiba di sana telah dibuka pintu-pintu nya, dan para petugas nya (resepsionis) menyapa mereka ' selamat untuk kalian semua, kalian telah sukses, masuklah kalian ke dalam nya selamanya".
Hal ini akan menjadi kenyataan, karena di dalam berthoriqoh, setiap orang akan selalu berusaha untuk menjadi seorang yang bertaqwa yang sesungguhnya. Dengan bimbingan mursyid dan kerjasama sesama ikhwan ahli thoriqoh. Saling membantu dan mengingatkan untuk terus menerus di dalam taqwallaah (melaksanakan perintah Allah, (hal yang wajib) bahkan berikut dengan anjuran-anjuran-Nya (hal-hal yang Sunnah) . Menjauhi larangan (hal-hal yang diharamkan) berikut dengan hal-hal yang dibenci oleh Allah (hal-hal yang makruh) dhohiron wa baathinan. Serta tidak berlebihan dalam melakukan hal-hal yang mubah. Itulah hakikat berthoriqoh, yakni menjadi orang yang bertaqwa secara dhohir maupun batin... sehingga nantinya akan dipandu masuk surga dalam rombongan guru mursyid nya.
Cara Memulai Berthoriqoh.
Berthoriqoh sama artinya dengan mau masuk Islam secara Kaaffah, dengan melalui amaliah keruhanian, khususnya dzikrullah. Maka caranya adalah dengan mengikuti cara para sahabat nabi. Yaitu mencari guru pembimbing, kemudian berbai'at kepadanya dan selanjutnya Istiqomah selalu hadir dan mengikuti semua petunjuk serta bimbingannya. Yang pertama: mencari guru pembimbing (mursyid), yang secara formal dan kepribadian memenuhi syarat sebagai pembimbing. Yaitu seorang murid yang diberi amanah untuk menjadi mursyid oleh guru mursyidnya. Juga ajaran dan akhlaknya tidak menyalahi syari'at Allah dan Sunnah rasul-Nya. Dengan kata lain, seorang murid harus menemukan guru pembimbing yang memiliki sanad kemursyidan yang muttasil dengan Rasulullah, dan ajaran serta akhlaknya mengikuti Rasulullah Saw. Thoriqoh yang dibimbing oleh guru mursyid yang seperti itu yang disebut thoriqoh Mu'tabarah (thoriqoh yang bisa ikuti oleh kaum muslimin).
Yang ke dua: meyakini otoritas dan kebenarannya sebagai pembawa amanah kemursyidan kemudian berbai'at kepadanya. Berbai'at dalam arti berjanji setia untuk menjadi murid yang baik.
Serta mewiridkan dzikir yang telah diajarkannya secara istiqamah.
Berbai'at kepada guru Mursyid untuk tradisi kenabian (Sunnah Nabawiyah) yang manfaatnya sangat besar terhadap keberhasilan pendidikan keruhanian. Berbai'at dalam arti berjanji setia untuk Istiqomah dalam bimbingan dan thoriqoh nya. Ada kalanya secara dhohir (dilafalkan), ada secara tidak dilafalkan.
Selanjutnya, menalqin (mengajarkan tata cara berdzikir, atau memberikan wejangan).
Ritual Bai'atan atau Talqin Dzikir adalah proses awal seseorang berthoriqoh. Karena ritual ini sama seperti proses install aplikasi dalam teknologi informasi. Sehingga dapat dikatakan bahwa Bai'atan dan Talqin Dzikir adalah proses install aplikasi dzikrullah.
Bersambung......
NKRI = Khilafah 'Ala Manhajin Nubuwwah.
Oleh : Dr. KH. Kharisudin Aqib, M. Ag
Tidak terasa kita kita ini hidup di penghujung Zaman. Rasul SAW memberikan isyarat kepada kita, bahwa:
“ZAMAN AKHIR ITU DI BAGI MENJADI 5 PEREODE ”
1. Zaman Nubuwwah
(zaman kenabian diawali dari Baginda Nabi Muhammad SAW Memimpin Masyarakat Kota Madinah sampai beliau wafat).
2. Zaman Khilafah 'Ala Manhajin Nubuwwah.
(dipimpin oleh para sahabat Nabi; Abu Bakar Umar, Utsman dan Ali ra).
3. Zaman Al-Mulk 'Adl-dlon kerajaan yang menggigit (mulai Berdirinya Dinasti Umayyah dan berakhir runtuhnya Dinasti Utsmani diturki kalau di Indonesia Majapahit, Sriwijaya, Galuh dsb.nya).
4. Zaman Mulk Jabbariyah, atau kerajaan yang menindas.
Zaman penindasan, *Itu adalah Zaman Kolonialisme Barat*).
Fitnah2 bertebaran untuk melemahkan kaum Muslimin, Org2 yg tdk layak/zalim menjadi penguasa (pemimpin), jumlah ummat Islam ramai tapi bagaikan buih di atas laut (sedikit yg berjihad untuk membela Islam)..Zaman ini sudah berlalu....Alhamdulillah....
5. Zaman Khilafah 2
("Khilafah 'Ala Manhajin Nubuwwah) atau pemerintahan dengan model yang dipraktekkan oleh Nabi Muhammad Saw. suasana pemerintahan seperi pada zaman Rosululloh SAW, umat Islam akan dipimpin Imam Mahdi (pemimpin yang terbimbing dan tidak otoriter) tetapi zaman ini hanya berlangsung lebih kurang 9 tahun (mungkin maksudnya 9 generasi).
*Dan Alhamdulillah, kita sekarang berada di zaman ini* Alhamdulillah...was Syukru lillaah.
Pada zaman ini pula Dajjal muncul, Nabi Isa AS jg muncul ditugaskan untuk membunuh Dajjal dan meng-Islam-kan orang2 Kafir/Nashoro)._
➡️ Para Ulama hadits memperhalusi ttg usia umur ummat Islam :
1. Ibnu Hajar Asqalani
seorang ulama pakar hadits, kitab beliau yg populer dimsia adalah Fathul Barri, Beliau berkata umur umat Islam sampai 1476 H.
2. Imam As-syuyuthi
Beliau mengatakan umur umat Islam sampai 1477 H
3. Ibnu Hajar Hambali
kata Beliau umur umat Islam lebih dari 1400 H namun tdk sampai 1500 H
Allahu Akbar sekarang umur umat Islam sudah sampai pada 1440 H.
Hari kiamat tdk ada yg tau termasuk Rosululloh SAW namun mengenai umur umat Islam, Rasulullah sdh memberi tahu.. tdk sampai 1500 H.
Kelak di akhir zaman Alloh SWT akan wafatkan serentak umat islam di muka bumi dan yg tinggal hanyalah orang kafir yg akan menyaksikan hancurnya bumi gunung laut langit dan seluruh alam (baca Al-Qoriah, Al-Qiyamah, Al-Waqiah).
Di antara tanda kiamat kata Rasulullah SAW
-akan muncul Dukhan (kabut hitam) yg menyelimuti bumi selama 40 hari 40 malam, lalu sahabat bertanya Ya Rasulullah kapan itu terjadi???
Kata Baginda Nabi SAW itu terjadi apabila yg
- pertama KALAU PENYANYI WANITA BERMUNCULAN DI MANA-MANA
- Yg kedua kata Rasulullah SAW, kalau alat musik dicintai oleh umatku dan minuman keras di mana-mana....
_Saudaraku,tanda2 di atas sudah muncul semua sekarang...
Sementara masih ada waktu, mari segera baiki diri, perbaiki ibadah dan perbanyak amal solih untuk bekal di akherat nanti....
Wallahu'alam....
Sudah Siapkah??
➡️_Kiamat menurut Agama Islam ditandai dengan beberapa petanda. Di antaranya;
- Kemunculan Imam Mahdi
- Kemunculan Dajjal
- Turunnya Nabi Isa (AS)
- Kemunculan Yakjuz dan Makjuz
- Terbitnya matahari dari Barat ke Timur
- Pintu pengampunan akan ditutup
- Dab'bat al-Ardi akan keluar dari tanah & akan menandai muslim yang se-benar2nya
- Kabut selama 40 Hari akan mematikan semua orang beriman sejati shg mereka tidak perlu mengalami tanda2 kiamat lainnya
- Sebuah kebakaran besar akan menyebabkan kerusakan
- Pemusnahan/runtuhnya Kabah
- Tulisan dalam Al-Quran akan lenyap
NKRI=Khilafah 'Ala Manhajin Nubuwwah.
1. NKRI didirikan dan dipimpin oleh para pemimpin yang terbimbing oleh Allah SWT. (9 orang tim perumus dasar negara). Khususnya proklamator kemerdekaan RI. Ir. H. Soekarno dan Drs HM.Hatta.
2. Dasar Negara NKRI adalah Pancasila dan UUD NRI tahun 1945. Merupakan kristalisasi dari nilai-nilai luhur Al Qur'an dan Sunnah Rasulullah Saw.
3. Sistem pemerintahan Trias politica (legislatif, ekskutif dan yudikatif), dengan model demokrasi perwakilan. = Spirit politik kenabian.
4. Lambang Negara dan bendera merah putih, simbol keberpihakan kepada kebenaran dan keadilan = misi pemerintahan dan kerasulan Nabi Muhammad Saw.
Peristiwa Isro' Mi'raj adalah Pengalaman Spiritual Rasulullah
Oleh; Kharisudin Aqib.
Secara bahasa, Istilah Isro'Mi'raj terdiri dari dua kata; isro' dan mi'raj. Isro' yang berarti perjalanan di waktu malam, sedangkan mi'raj artinya perjalanan menuju ke arah. Sedangkan dalam pengertian praktis, istilah tersebut berarti perjalanan nabi Muhammad dari Masjidil haram ke Masjidil Aqsha di suatu malam.
Pada hakikatnya, pengalaman sang rasul tersebut sebenarnya merupakan sebuah puncak pengalaman spiritual, atas Istiqomah beliau dalam total perjuangan beliau (dengan harta benda dan jiwa raga), atau dengan kata lain jihad, ijtihad dan mujahadah, yang luar biasa serius.
Pengalaman spiritual tersebut terjadi pada diri beliau ketika beliau lagi tadzakkur dan tafakkur di dekat Ka'bah (hijir Ismail), dini hari (menjelang subuh), tanggal 27 Rojab, dua tahun sebelum hijrah. Di dalam keheningan malam dan keheningan dzikir, tahu-tahu terbukalah alam astral atau alam ruhani. Beliau melihat dua orang yang menghampiri dirinya, dan mengajaknya menuju ke tepian sumur zam-zam, kemudian melakukan operasi atas dadanya; lengkap, membelah, membersihkan isi dan tempatnya dengan air zam-zam, mengisinya dengan mutiara-mutiara hikmah, kemudian menutup kembali dengan baik. Kemudian keduanya mengajak sang rasul pergi jauh, beliau dinaikkan seekor kuda terbang (burok), sedangkan keduanya terbang mendampingi di kanan-kirinya. Dan dalam sekejap sudah sampai di pelataran Masjidil Aqsha.
Kemudian memarkir kuda terbang tersebut di tempat parkir masjid. Beliau bertiga masuk masjid dan sholat tahiyatal masjid, selanjutnya menuju ke lift dan memasukinya dengan dikawal oleh kedua orang tersebut (Jibril dan Mikail). Dengan melewati pemeriksaan pada setiap pintu lift, satu (1) sampai dengan tujuh (7). Sambil lewat, pada setiap lantai beliau bertiga juga melihat-lihat apa saja yang ada di sana, (para penghuni, kegiatan, hiburan, pemandangan, dll). Semuanya fenomena belum pernah beliau melihatnya, persis seperti kita tour di taman fantasi, dan dua pengawal tersebut yang menjadi guide nya.
Pada setiap lantai, tidak terlihat batasan tepinya, sehingga merupakan sebuah alam tersendiri, dengan warna cahaya yang berbeda-beda. Sehingga masing-masing merupakan langit bagi alam yang ada di bawah nya.
Pada setiap langit sang rasul bertemu dengan para nabi, kecuali pada langit yang ke enam dan tujuh. Di sana hanya ada penjaga dan makhluk-makhluk astral yang belum pernah beliau melihatnya.
Termasuk ada tempat penyiksaan (neraka), tempat kenikmatan (surga), masjid agung (Baitul makmur) dan lain-lain.
Tujuan perjalanan beliau bertiga adalah menghadiri panggilan Allah SWT. Di langit atau lantai ke tujuh, di suatu tempat tertinggi yang tidak ada makhluk di sekitarnya (Sidrotul Muntaha).
Akhirnya Nabi Muhammad sampai ke Sidratul Muntaha tanpa guede dan pengantar. Dialog dengan Allah dengan mendapatkan perintah mengajak umatnya untuk sholat pada lima waktu setiap se-hari se-malam.
Dengan melalui tangga-tangga spiritual, nabi kembali ke tempat paling bawah (ground atau bumi), dan tersadar kembali, sedangkan tempat duduknya masih hangat.
Pengalaman spiritual nabi Muhammad tersebut, terjadi ketika beliau mengalami masa-masa sulit dan kritis. Teraniaya oleh para kafir Quraisy, sedangkan kedua pelindungnya meninggal di tahun itu, sampai terkenal dengan istilah tahun berduka ('aamul huzni). Yaitu istri perdananya (Siti Khodijah) dan paman yang terhormat (Abu Thalib).
Sehingga hampir dapat dipastikan, bahwa pengalaman spiritual tersebut terjadi sebagai hiburan dari Allah SWT atas kesedihan yang mendalam dari Rasulullah dan Istiqomah beliau dalam berjuang di jalan Allah SWT.
Pengalaman spiritual (kasyf) atau keterbukaan mata batin yang dialami oleh Rasulullah bisa difahami sebagai mana seorang yang lagi melihat film tiga dimensi. Ia bisa melihat langsung ke sudut-sudut gambar seperti terlibat langsung di dalam gambar atau fenomena yang sedang terjadi. Dia bisa melihat dan merasakan keterlibatan langsung, sedangkan fisiknya di tempat atau dimensi yang berbeda. Sebuah peristiwa ruhaniah yang bersifat kejiwaan (psikologis). Jiwa yang bersih dengan kekuatan semangat yang membara, menjadikan yang rasul bisa terbang mendatangi panggilan Allah SWT.
Suluk adalah lembaga pendidikan keruhanian yang diantaranya menghasilkan sebuah pengalaman spiritual yang diantaranya bersifat kasyf suri (keterbukaan mata batin, atas fenomena alam astral), dan diantaranya juga ada keterbukaan alam maknawi serta ketenangan batin serta manisnya iman. Dengan cara mengikuti sunah nabi secara Istiqomah, khususnya dalam Riyadhoh (latihan mengendalikan nafsu).
Menyedikitkan makan, tidur, ngomong dan bersia-sia dalam menggunakan waktu, harta dan kesempatan.
Sang Kyai Sakti
Telah kembali ke hadirat Ilahi Robbi.
Oleh: Kharisudin Aqib.
KH. Za'imuddin Badrus Sholeh, adalah putra pertama KH Badrus Sholeh Arif, pendiri dan pengasuh pondok pesantren Al-Hikmah, pesantren di mana aku mondok selama 6 tahun. Mulai tahun 1980 - 1986.
Beliau mulai menggantikan posisi bapaknya, sebagai pengasuh pesantren tahun 1983, ketika adik-adiknya masih banyak yang kecil-kecil. Tiga orang masih SD; gus Miftah, Gus Arif dan Gus Karim, yang lainnya masih mondok dan kuliah. Seperti Gus Nasrul, Gus Muh dan Gus Dain serta Gus Nasir. Sedangkan Ning Lilik, baru selesai Wisuda S1 di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. beberapa jam sebelum kecelakaan maut menimpa Mbah kyai Badrus bersama Bu nyai dan kedua putranya. Seorang adik kyai Zaim yang sudah menikah baru satu orang, yaitu Gus Wahid (Abdul Wahid Badrus, Mantan Bupati Kabupaten Nganjuk). Dan itupun masih ikut mertuanya, tinggal di Baron Nganjuk, sampai sekarang. Sehingga secara praktis kyai Za'im yang masih sangat muda tersebut harus menanggung beban keluarga dan pesantren sekaligus seorang diri bersama Bu nyai Istibsyaroh. Pesantren dengan tiga lembaga pendidikan formal; MTSN, MAN dan MA Al Hikmah.
Pada masa peralihan pengasuh pesantren, aku lagi kelas 1 Aliyah (tiga setengah tahun mondok), sebagai mantan ketua umum OSIS MTSN, ketika itu aku sudah sangat populer di pondok dan dekat dengan Mbah kyai Badrus, sehingga ketika di MAN saya juga menjadi pengurus OSIS, sekretaris umum, pada tahun berikutnya pengurus pondok, bendahara umum. Sekaligus ketua umum ipka. Sehingga mungkin sedikit lebih mengenal sosok kyai hebat dan kyai sakti almarhum Al maghrullah KH. Za'imuddin Badrus. Yang sangat berjasa dalam penyelamatan pesantren Al-Hikmah dan keluarga besar KH. Badrus Sholeh Arif.
Saya baru mengerti dan memahami, betapa kyai Za'im adalah seorang leader dan seorang kyai yang hebat dan sakti setelah saya juga menjadi orang tua dan pengasuh pesantren.
Kyai Za'im ditinggal wafat sang ayah, saya yakin belum berusia 40 tahun. Dan 7orang adiknya belum ada yang mandiri. Tetapi semuanya bisa berakhir dengan sukses dan bahagia. Pesantren Al-hikmah menjadi lebih besar, dan ke 7 adiknya semua sukses menjadi kyai dan Bu nyai besar yang berpengaruh di masyarakat Kediri dan sekitarnya. Bahkan istri beliau berhasil menjadi Bu nyai yang menjadi guru besar (Prof.Dr. Dra. Hj. Istibsyaroh, MAg), di UIN Sunan Ampel Surabaya, juga pernah menjadi anggota DPR Pusat dan anggota MUI pusat. Sehingga saya yakin kesuksesan kesemuanya tadi tidak terlepas dari kehebatan dan kesaktian seorang pengasuh pesantren, seorang kakak dan seorang suami yang luar biasa. Betapa hebatnya seorang kakak pertama yang ditinggal mati oleh bapak dan ibunya sekaligus tanpa perencanaan. Betapa hebatnya seorang Gus yang ditinggal wafat pendiri dan pengasuh pesantren sebelumnya dengan tanpa persiapan yang matang. Betapa hebatnya seorang kyai yang selalu ditinggalkan oleh istrinya yang untuk menuntut ilmu, meniti karir dan berjuang di dunia akademik, politik dan kemasyarakatan. Semuanya berakhir dengan sukses dan Husnul khatimah... Selamat jalan kyaiku.....
Istana di Surga telah menantikan kehadiran panjenengan.
Do'aku senantiasa menyertai panjenengan.
Sangking Kulo,
Kharisudin Aqib, Kelutan.*Sang Kyai Sakti*
Telah kembali ke hadirat Ilahi Robbi.
Oleh: Kharisudin Aqib.
Hari ini, Ahad; 10 Januari 2021, jam 6-an. Air mata ku tak bisa kubendung lagi atas kembalinya kyai ku. Aku adalah santri pertama beliau yang sampai kini belum sempat berbakti.... dan ternyata sudah ditinggal kembali ke kediaman abadi.... tetapi Alhamdulillah pagi ini saya bisa melihat wajah suci beliau dan memegang kaki beliau sebagai sungkem saya yang terakhir kali, sekaligus turut mensolati beliau yang pertama bersama keluarga besar guru besar saya KH. Badrus Sholeh Arif, pendiri Pondok Pesantren Al-Hikmah Purwoasri Kediri.
KH. Za'imuddin Badrus Sholeh, adalah putra pertama KH Badrus Sholeh Arif, pendiri dan pengasuh pondok pesantren Al-Hikmah, pesantren di mana aku mondok selama 6 tahun. Mulai tahun 1980 - 1986.
Beliau mulai menggantikan posisi bapaknya, sebagai pengasuh pesantren tahun 1983, ketika adik-adiknya masih banyak yang kecil-kecil. Tiga orang masih SD; gus Miftah, Gus Arif dan Gus Karim, yang lainnya masih mondok dan kuliah. Seperti Gus Nasrul, Gus Muh dan Gus Dain serta Gus Nasir. Sedangkan Ning Lilik, baru selesai Wisuda S1 di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. beberapa jam sebelum kecelakaan maut menimpa Mbah kyai Badrus bersama Bu nyai dan kedua putranya. Seorang adik kyai Zaim yang sudah menikah baru satu orang, yaitu Gus Wahid (Abdul Wahid Badrus, Mantan Bupati Kabupaten Nganjuk). Dan itupun masih ikut mertuanya, tinggal di Baron Nganjuk, sampai sekarang. Sehingga secara praktis kyai Za'im yang masih sangat muda tersebut harus menanggung beban keluarga dan pesantren sekaligus seorang diri bersama Bu nyai Istibsyaroh. Pesantren dengan tiga lembaga pendidikan formal; MTSN, MAN dan MA Al Hikmah.
Pada masa peralihan pengasuh pesantren, aku lagi kelas 1 Aliyah (tiga setengah tahun mondok), sebagai mantan ketua umum OSIS MTSN, ketika itu aku sudah sangat populer di pondok dan dekat dengan Mbah kyai Badrus, sehingga ketika di MAN saya juga menjadi pengurus OSIS, sekretaris umum, pada tahun berikutnya pengurus pondok, bendahara umum. Sekaligus ketua umum ipka. Sehingga mungkin sedikit lebih mengenal sosok kyai hebat dan kyai sakti almarhum Al maghrullah KH. Za'imuddin Badrus. Yang sangat berjasa dalam penyelamatan pesantren Al-Hikmah dan keluarga besar KH. Badrus Sholeh Arif.
Saya baru mengerti dan memahami, betapa kyai Za'im adalah seorang leader dan seorang kyai yang hebat dan sakti setelah saya juga menjadi orang tua dan pengasuh pesantren.
Kyai Za'im ditinggal wafat sang ayah, saya yakin belum berusia 40 tahun. Dan 7orang adiknya belum ada yang mandiri. Tetapi semuanya bisa berakhir dengan sukses dan bahagia. Pesantren Al-hikmah menjadi lebih besar, dan ke 7 adiknya semua sukses menjadi kyai dan Bu nyai besar yang berpengaruh di masyarakat Kediri dan sekitarnya. Bahkan istri beliau berhasil menjadi Bu nyai yang menjadi guru besar (Prof.Dr. Dra. Hj. Istibsyaroh, MAg), di UIN Sunan Ampel Surabaya, juga pernah menjadi anggota DPR Pusat dan anggota MUI pusat. Sehingga saya yakin kesuksesan kesemuanya tadi tidak terlepas dari kehebatan dan kesaktian seorang pengasuh pesantren, seorang kakak dan seorang suami yang luar biasa. Betapa hebatnya seorang kakak pertama yang ditinggal mati oleh bapak dan ibunya sekaligus tanpa perencanaan. Betapa hebatnya seorang Gus yang ditinggal wafat pendiri dan pengasuh pesantren sebelumnya dengan tanpa persiapan yang matang. Betapa hebatnya seorang kyai yang selalu ditinggalkan oleh istrinya yang untuk menuntut ilmu, meniti karir dan berjuang di dunia akademik, politik dan kemasyarakatan. Semuanya berakhir dengan sukses dan Husnul khatimah... Selamat jalan kyaiku.....
Istana di Surga telah menantikan kehadiran panjenengan.
Do'aku senantiasa menyertai panjenengan.
Sangking Kulo,
Kharisudin Aqib, Kelutan.
Keluarga Nabi
At-taqiyyu pada zaman nabi terdiri dari penghuni rumah beliau (ahlul bait), seperti; para istri, anak, menantu dan cucu. juga para pengikut setia dan murid beliau (sahabat).
Sedangkan anak keturunan (dzurriyah), generasi Rasulullah mulai cicit dan seterusnya, baik yang bergelar; habib, Sayyid, Syarif dll., maupun yang tidak bergelar, seperti dzurriyah dari jalur wali songo di Jawa, juga ada dua kategori; at taqiyyu, yaitu dzurriyah yang berakhlak rasuli, inilah yang alu Muhammad (keluarga Muhammad) dan ghoiru taqiyyin, yaitu dzurriyah yang berakhlak tidak rasuli, inilah yang bukan alu Muhammad (bukan keluarga Muhammad). Sekalipun dia secara biologis dzurriyah Rasulullah. Karena standar keluarga sang rasul (Alu Muhammad) adalah akhlak, yaitu ketaqwaan (at taqiyyu).Sebagai mana anak nabi Nuh as ada yang tidak sholeh, maka dia dinyatakan oleh Allah sebagai bukan keluarga. (Qur'an; surat Hud 46). Dan juga dzurriyah nabi Ibrahim juga ada yang dholim, sehingga tidak mendapatkan jaminan dari Allah (Qur'an; surat Al Baqarah 124).
Sehingga pada hakikatnya keluarga Nabi Muhammad adalah semua orang yang bertaqwa kepada Allah SWT.
*Abdulloh Kharisudin Aqib.*
Support Online

