MAKALAH ILMIAH
ANALOGI SISTEM KERJA TEKNOLOGI INFORMASI DALAM KOMUNIKASI SPIRITUAL TAREKAT: ETIKA MU'ASYARAH MURSYID-MURID UNTUK MENCAPAI NATAIJ AL-TARBIYAH AL-QUSHWA
Oleh:
Dr. H. Kharisuddin Aqib. M.Ag.
Pembina Majelis Dzikir Ulul Albab
Jajaran Rois Idaroh Wustho Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) Jawa Timur
ABSTRAK
Makalah ini mengkaji paralelisme antara arsitektur Teknologi Informasi dengan sistem komunikasi spiritual dalam Tarekat Mu'tabarah. Dengan pendekatan library research dan analisis deskriptif terhadap Ihya’ Ulumuddin serta kitab-kitab tarekat, ditemukan bahwa efektivitas tarbiyah ruhiyah sangat bergantung pada kepatuhan terhadap protokol mu'asyarah antara Mursyid sebagai server dan murid sebagai client. Ketidakpatuhan terhadap adab menyebabkan disconnection spiritual yang berakibat pada kegagalan tazkiyatun nafsi. Makalah ini menawarkan formulasi etika mu'asyarah berbasis analogi TI untuk diimplementasikan oleh para Mursyid dan murid guna mencapai hasil tarbiyah yang maksimal di era digital.
A. PENDAHULUAN
Firman Allah: _"Fas-alu ahladz-dzikri in kuntum la ta'lamun"_ QS. An-Nahl: 43 menjadi basis teologis relasi Mursyid-Murid. Di era disrupsi digital, relasi ini menghadapi tantangan _distraksi_ dan pemutusan sanad. Di sisi lain, generasi muda justru lebih akrab dengan logika sistem Teknologi Informasi. Maka, melakukan taqrib / pendekatan pemahaman melalui analogi TI menjadi _manhaj_ dakwah yang relevan. Tarekat pada hakikatnya adalah Operating System ruhani yang memiliki server, jaringan, firewall, dan user [^1].
B. PEMBAHASAN
1. Arsitektur Sistem: Tarekat sebagai Jaringan Ruhani
Sistem kerja Tarekat identik dengan TI. Kegagalan transfer data ruhani terjadi bukan karena server-nya rusak, tetapi karena protokol diabaikan.
● Elemen TI
● Elemen Tarekat
● Urgensi dalam Mu'asyarah
Server Pusat Allah & Rasulullah SAW Sumber segala Nur & Syariat. Mursyid hanya perpanjangan.
Fiber Optic Silsilah Sanad Masyayikh Al-Isnadu minad din. Memastikan data barokah tidak corrupt[^2].
Router/Admin Mursyid Kamil Mukammil Mengatur bandwidth wirid sesuai kapasitas hardware ruhani murid.
Client/User Murid Shadiq Harus dalam kondisi online hati, update adab, dan bebas virus ujub.
Firewall Syariat & Adab Melindungi sistem dari malware hawa nafsu & bid'ah. Lihat Rubu' Muhlikat[^3].
2. Etika Mu'asyarah Maksimal: SOP untuk Mursyid & Murid
Berdasarkan _Ihya’ Ulumuddin_ Juz 1 _Bab Adab al-Muta'allim wa al-Mu'allim_[^4], maka:
a. Kewajiban Mursyid (_Admin Server_):
1. Tadrij fit Tarbiyah: Tidak memberikan file wirid berat di awal. Ini prinsip bandwidth management.
2. Sabar 'ala Adza al-Murid: Murid yang error harus di-scan & di-debug dengan kasih sayang, bukan langsung di-banned.
3. Isnad ar-Ruhi ila Rasulillah: Mengorientasikan hati murid bukan kepada dirinya, tapi kepada Rasulullah SAW. Mursyid adalah router, bukan server pusat.
4. Ad-Du'a' li al-Murid: Menjaga koneksi _batiniyah_ 24/7 melalui doa ghaib. Disconnect doa = server down.
b. Kewajiban Murid (_Client Shadiq_):
1. Tafrigh al-Qalb: Mengaktifkan _airplane mode_ dari urusan dunia saat ber-tawajjuh. Hati yang penuh _cache_ dunia tidak bisa download barokah.
2. Husnudzan Muthlaq: Ini adalah antivirus utama. Su'udzan kepada Mursyid = file corrupt seketika[^5].
3. 'Adamut Tanqil baina al-Masyayikh: Gonta-ganti Mursyid tanpa alasan syar'i menyebabkan konflik sistem dan data bentrok di batin.
4. Al-Muwadhabah 'ala al-Aurad wa al-'Ardh: Rutin update dengan setor wirid & lapor keadaan ruhani. Client yang tidak pernah sinkronisasi akan out of date.
c. Protokol Bersama (_Two-Way Handshake_): _Ar-Rabithah
Rabithah bukan sekadar membayangkan wajah guru, melainkan upaya menyamakan frekuensi hati melalui mahabbah dan khidmah [^6]. Ini adalah protokol yang memastikan data dari Mursyid tidak loss di tengah jalan.
3. _Nataij al-Tarbiyah al-Qushwa_: Hasil Maksimal
Jika SOP di atas dijalankan, maka akan tercapai:
1. Bagi Murid: Wushul ila Allah, tazkiyah sempurna, dan lahirnya akhlaq karimah secara otomatis.
2. Bagi Mursyid: Kesempurnaan maqam irsyad karena berhasil menghantarkan murid.
3. Bagi NU & Umat: Lahirnya kader Aswaja yang alim, amil, kamil, dan bersanad, sebagai benteng dari tatharruf & liberalisme.
C. PENUTUP
Tantangan terbesar era digital adalah disconnect sanad. Maka, Mursyid harus menjadi server yang welas asih dengan bandwidth mahabbah, dan murid harus menjadi client yang selalu mengisi baterai ruhaninya melalui suhbah, bukan melalui powerbank dunia. Wallahu a'lam bish-shawab.
DAFTAR PUSTAKA
[^1]: Al-Ghazali, Abu Hamid. Ihya’ Ulumuddin. Beirut: Dar al-Fikr, tt. Juz 1, Kitab al-'Ilm.
[^2]: Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Muqaddimah Shahih-nya.
[^3]: Al-Ghazali, Ihya’ Ulumuddin, Juz 3, Rubu’ al-Muhlikat.
[^4]: Al-Ghazali, Ihya’ Ulumuddin, Juz 1, Bab Ats-Tsani fi Adab al-Muta'allim wa al-Mu'allim.
[^5]: Al-Kalabadzi, Abu Bakar. _At-Ta'arruf li Madzhab Ahlit Tasawwuf_. Kairo: Maktabah al-Kulliyat al-Azhariyyah, 1969. Bab Adab al-Murid ma'a asy-Syaikh.
[^6]: Al-Kurdi, Muhammad Amin. Tanwirul Qulub fi Mu'amalati 'Allamil Ghuyub. Surabaya: Al-Hidayah, tt. Bab Rabithah.
Support Online
Comments[ 0 ]
Posting Komentar