NKRI = Khilafah 'Ala Manhajin Nubuwwah.
Oleh : Dr. KH. Kharisudin Aqib, M. Ag
Tidak terasa kita kita ini hidup di penghujung Zaman. Rasul SAW memberikan isyarat kepada kita, bahwa:
“ZAMAN AKHIR ITU DI BAGI MENJADI 5 PEREODE ”
1. Zaman Nubuwwah
(zaman kenabian diawali dari Baginda Nabi Muhammad SAW Memimpin Masyarakat Kota Madinah sampai beliau wafat).
2. Zaman Khilafah 'Ala Manhajin Nubuwwah.
(dipimpin oleh para sahabat Nabi; Abu Bakar Umar, Utsman dan Ali ra).
3. Zaman Al-Mulk 'Adl-dlon kerajaan yang menggigit (mulai Berdirinya Dinasti Umayyah dan berakhir runtuhnya Dinasti Utsmani diturki kalau di Indonesia Majapahit, Sriwijaya, Galuh dsb.nya).
4. Zaman Mulk Jabbariyah, atau kerajaan yang menindas.
Zaman penindasan, *Itu adalah Zaman Kolonialisme Barat*).
Fitnah2 bertebaran untuk melemahkan kaum Muslimin, Org2 yg tdk layak/zalim menjadi penguasa (pemimpin), jumlah ummat Islam ramai tapi bagaikan buih di atas laut (sedikit yg berjihad untuk membela Islam)..Zaman ini sudah berlalu....Alhamdulillah....
5. Zaman Khilafah 2
("Khilafah 'Ala Manhajin Nubuwwah) atau pemerintahan dengan model yang dipraktekkan oleh Nabi Muhammad Saw. suasana pemerintahan seperi pada zaman Rosululloh SAW, umat Islam akan dipimpin Imam Mahdi (pemimpin yang terbimbing dan tidak otoriter) tetapi zaman ini hanya berlangsung lebih kurang 9 tahun (mungkin maksudnya 9 generasi).
*Dan Alhamdulillah, kita sekarang berada di zaman ini* Alhamdulillah...was Syukru lillaah.
Pada zaman ini pula Dajjal muncul, Nabi Isa AS jg muncul ditugaskan untuk membunuh Dajjal dan meng-Islam-kan orang2 Kafir/Nashoro)._
➡️ Para Ulama hadits memperhalusi ttg usia umur ummat Islam :
1. Ibnu Hajar Asqalani
seorang ulama pakar hadits, kitab beliau yg populer dimsia adalah Fathul Barri, Beliau berkata umur umat Islam sampai 1476 H.
2. Imam As-syuyuthi
Beliau mengatakan umur umat Islam sampai 1477 H
3. Ibnu Hajar Hambali
kata Beliau umur umat Islam lebih dari 1400 H namun tdk sampai 1500 H
Allahu Akbar sekarang umur umat Islam sudah sampai pada 1440 H.
Hari kiamat tdk ada yg tau termasuk Rosululloh SAW namun mengenai umur umat Islam, Rasulullah sdh memberi tahu.. tdk sampai 1500 H.
Kelak di akhir zaman Alloh SWT akan wafatkan serentak umat islam di muka bumi dan yg tinggal hanyalah orang kafir yg akan menyaksikan hancurnya bumi gunung laut langit dan seluruh alam (baca Al-Qoriah, Al-Qiyamah, Al-Waqiah).
Di antara tanda kiamat kata Rasulullah SAW
-akan muncul Dukhan (kabut hitam) yg menyelimuti bumi selama 40 hari 40 malam, lalu sahabat bertanya Ya Rasulullah kapan itu terjadi???
Kata Baginda Nabi SAW itu terjadi apabila yg
- pertama KALAU PENYANYI WANITA BERMUNCULAN DI MANA-MANA
- Yg kedua kata Rasulullah SAW, kalau alat musik dicintai oleh umatku dan minuman keras di mana-mana....
_Saudaraku,tanda2 di atas sudah muncul semua sekarang...
Sementara masih ada waktu, mari segera baiki diri, perbaiki ibadah dan perbanyak amal solih untuk bekal di akherat nanti....
Wallahu'alam....
Sudah Siapkah??
➡️_Kiamat menurut Agama Islam ditandai dengan beberapa petanda. Di antaranya;
- Kemunculan Imam Mahdi
- Kemunculan Dajjal
- Turunnya Nabi Isa (AS)
- Kemunculan Yakjuz dan Makjuz
- Terbitnya matahari dari Barat ke Timur
- Pintu pengampunan akan ditutup
- Dab'bat al-Ardi akan keluar dari tanah & akan menandai muslim yang se-benar2nya
- Kabut selama 40 Hari akan mematikan semua orang beriman sejati shg mereka tidak perlu mengalami tanda2 kiamat lainnya
- Sebuah kebakaran besar akan menyebabkan kerusakan
- Pemusnahan/runtuhnya Kabah
- Tulisan dalam Al-Quran akan lenyap
NKRI=Khilafah 'Ala Manhajin Nubuwwah.
1. NKRI didirikan dan dipimpin oleh para pemimpin yang terbimbing oleh Allah SWT. (9 orang tim perumus dasar negara). Khususnya proklamator kemerdekaan RI. Ir. H. Soekarno dan Drs HM.Hatta.
2. Dasar Negara NKRI adalah Pancasila dan UUD NRI tahun 1945. Merupakan kristalisasi dari nilai-nilai luhur Al Qur'an dan Sunnah Rasulullah Saw.
3. Sistem pemerintahan Trias politica (legislatif, ekskutif dan yudikatif), dengan model demokrasi perwakilan. = Spirit politik kenabian.
4. Lambang Negara dan bendera merah putih, simbol keberpihakan kepada kebenaran dan keadilan = misi pemerintahan dan kerasulan Nabi Muhammad Saw.
Peristiwa Isro' Mi'raj adalah Pengalaman Spiritual Rasulullah
Oleh; Kharisudin Aqib.
Secara bahasa, Istilah Isro'Mi'raj terdiri dari dua kata; isro' dan mi'raj. Isro' yang berarti perjalanan di waktu malam, sedangkan mi'raj artinya perjalanan menuju ke arah. Sedangkan dalam pengertian praktis, istilah tersebut berarti perjalanan nabi Muhammad dari Masjidil haram ke Masjidil Aqsha di suatu malam.
Pada hakikatnya, pengalaman sang rasul tersebut sebenarnya merupakan sebuah puncak pengalaman spiritual, atas Istiqomah beliau dalam total perjuangan beliau (dengan harta benda dan jiwa raga), atau dengan kata lain jihad, ijtihad dan mujahadah, yang luar biasa serius.
Pengalaman spiritual tersebut terjadi pada diri beliau ketika beliau lagi tadzakkur dan tafakkur di dekat Ka'bah (hijir Ismail), dini hari (menjelang subuh), tanggal 27 Rojab, dua tahun sebelum hijrah. Di dalam keheningan malam dan keheningan dzikir, tahu-tahu terbukalah alam astral atau alam ruhani. Beliau melihat dua orang yang menghampiri dirinya, dan mengajaknya menuju ke tepian sumur zam-zam, kemudian melakukan operasi atas dadanya; lengkap, membelah, membersihkan isi dan tempatnya dengan air zam-zam, mengisinya dengan mutiara-mutiara hikmah, kemudian menutup kembali dengan baik. Kemudian keduanya mengajak sang rasul pergi jauh, beliau dinaikkan seekor kuda terbang (burok), sedangkan keduanya terbang mendampingi di kanan-kirinya. Dan dalam sekejap sudah sampai di pelataran Masjidil Aqsha.
Kemudian memarkir kuda terbang tersebut di tempat parkir masjid. Beliau bertiga masuk masjid dan sholat tahiyatal masjid, selanjutnya menuju ke lift dan memasukinya dengan dikawal oleh kedua orang tersebut (Jibril dan Mikail). Dengan melewati pemeriksaan pada setiap pintu lift, satu (1) sampai dengan tujuh (7). Sambil lewat, pada setiap lantai beliau bertiga juga melihat-lihat apa saja yang ada di sana, (para penghuni, kegiatan, hiburan, pemandangan, dll). Semuanya fenomena belum pernah beliau melihatnya, persis seperti kita tour di taman fantasi, dan dua pengawal tersebut yang menjadi guide nya.
Pada setiap lantai, tidak terlihat batasan tepinya, sehingga merupakan sebuah alam tersendiri, dengan warna cahaya yang berbeda-beda. Sehingga masing-masing merupakan langit bagi alam yang ada di bawah nya.
Pada setiap langit sang rasul bertemu dengan para nabi, kecuali pada langit yang ke enam dan tujuh. Di sana hanya ada penjaga dan makhluk-makhluk astral yang belum pernah beliau melihatnya.
Termasuk ada tempat penyiksaan (neraka), tempat kenikmatan (surga), masjid agung (Baitul makmur) dan lain-lain.
Tujuan perjalanan beliau bertiga adalah menghadiri panggilan Allah SWT. Di langit atau lantai ke tujuh, di suatu tempat tertinggi yang tidak ada makhluk di sekitarnya (Sidrotul Muntaha).
Akhirnya Nabi Muhammad sampai ke Sidratul Muntaha tanpa guede dan pengantar. Dialog dengan Allah dengan mendapatkan perintah mengajak umatnya untuk sholat pada lima waktu setiap se-hari se-malam.
Dengan melalui tangga-tangga spiritual, nabi kembali ke tempat paling bawah (ground atau bumi), dan tersadar kembali, sedangkan tempat duduknya masih hangat.
Pengalaman spiritual nabi Muhammad tersebut, terjadi ketika beliau mengalami masa-masa sulit dan kritis. Teraniaya oleh para kafir Quraisy, sedangkan kedua pelindungnya meninggal di tahun itu, sampai terkenal dengan istilah tahun berduka ('aamul huzni). Yaitu istri perdananya (Siti Khodijah) dan paman yang terhormat (Abu Thalib).
Sehingga hampir dapat dipastikan, bahwa pengalaman spiritual tersebut terjadi sebagai hiburan dari Allah SWT atas kesedihan yang mendalam dari Rasulullah dan Istiqomah beliau dalam berjuang di jalan Allah SWT.
Pengalaman spiritual (kasyf) atau keterbukaan mata batin yang dialami oleh Rasulullah bisa difahami sebagai mana seorang yang lagi melihat film tiga dimensi. Ia bisa melihat langsung ke sudut-sudut gambar seperti terlibat langsung di dalam gambar atau fenomena yang sedang terjadi. Dia bisa melihat dan merasakan keterlibatan langsung, sedangkan fisiknya di tempat atau dimensi yang berbeda. Sebuah peristiwa ruhaniah yang bersifat kejiwaan (psikologis). Jiwa yang bersih dengan kekuatan semangat yang membara, menjadikan yang rasul bisa terbang mendatangi panggilan Allah SWT.
Suluk adalah lembaga pendidikan keruhanian yang diantaranya menghasilkan sebuah pengalaman spiritual yang diantaranya bersifat kasyf suri (keterbukaan mata batin, atas fenomena alam astral), dan diantaranya juga ada keterbukaan alam maknawi serta ketenangan batin serta manisnya iman. Dengan cara mengikuti sunah nabi secara Istiqomah, khususnya dalam Riyadhoh (latihan mengendalikan nafsu).
Menyedikitkan makan, tidur, ngomong dan bersia-sia dalam menggunakan waktu, harta dan kesempatan.
Sang Kyai Sakti
Telah kembali ke hadirat Ilahi Robbi.
Oleh: Kharisudin Aqib.
KH. Za'imuddin Badrus Sholeh, adalah putra pertama KH Badrus Sholeh Arif, pendiri dan pengasuh pondok pesantren Al-Hikmah, pesantren di mana aku mondok selama 6 tahun. Mulai tahun 1980 - 1986.
Beliau mulai menggantikan posisi bapaknya, sebagai pengasuh pesantren tahun 1983, ketika adik-adiknya masih banyak yang kecil-kecil. Tiga orang masih SD; gus Miftah, Gus Arif dan Gus Karim, yang lainnya masih mondok dan kuliah. Seperti Gus Nasrul, Gus Muh dan Gus Dain serta Gus Nasir. Sedangkan Ning Lilik, baru selesai Wisuda S1 di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. beberapa jam sebelum kecelakaan maut menimpa Mbah kyai Badrus bersama Bu nyai dan kedua putranya. Seorang adik kyai Zaim yang sudah menikah baru satu orang, yaitu Gus Wahid (Abdul Wahid Badrus, Mantan Bupati Kabupaten Nganjuk). Dan itupun masih ikut mertuanya, tinggal di Baron Nganjuk, sampai sekarang. Sehingga secara praktis kyai Za'im yang masih sangat muda tersebut harus menanggung beban keluarga dan pesantren sekaligus seorang diri bersama Bu nyai Istibsyaroh. Pesantren dengan tiga lembaga pendidikan formal; MTSN, MAN dan MA Al Hikmah.
Pada masa peralihan pengasuh pesantren, aku lagi kelas 1 Aliyah (tiga setengah tahun mondok), sebagai mantan ketua umum OSIS MTSN, ketika itu aku sudah sangat populer di pondok dan dekat dengan Mbah kyai Badrus, sehingga ketika di MAN saya juga menjadi pengurus OSIS, sekretaris umum, pada tahun berikutnya pengurus pondok, bendahara umum. Sekaligus ketua umum ipka. Sehingga mungkin sedikit lebih mengenal sosok kyai hebat dan kyai sakti almarhum Al maghrullah KH. Za'imuddin Badrus. Yang sangat berjasa dalam penyelamatan pesantren Al-Hikmah dan keluarga besar KH. Badrus Sholeh Arif.
Saya baru mengerti dan memahami, betapa kyai Za'im adalah seorang leader dan seorang kyai yang hebat dan sakti setelah saya juga menjadi orang tua dan pengasuh pesantren.
Kyai Za'im ditinggal wafat sang ayah, saya yakin belum berusia 40 tahun. Dan 7orang adiknya belum ada yang mandiri. Tetapi semuanya bisa berakhir dengan sukses dan bahagia. Pesantren Al-hikmah menjadi lebih besar, dan ke 7 adiknya semua sukses menjadi kyai dan Bu nyai besar yang berpengaruh di masyarakat Kediri dan sekitarnya. Bahkan istri beliau berhasil menjadi Bu nyai yang menjadi guru besar (Prof.Dr. Dra. Hj. Istibsyaroh, MAg), di UIN Sunan Ampel Surabaya, juga pernah menjadi anggota DPR Pusat dan anggota MUI pusat. Sehingga saya yakin kesuksesan kesemuanya tadi tidak terlepas dari kehebatan dan kesaktian seorang pengasuh pesantren, seorang kakak dan seorang suami yang luar biasa. Betapa hebatnya seorang kakak pertama yang ditinggal mati oleh bapak dan ibunya sekaligus tanpa perencanaan. Betapa hebatnya seorang Gus yang ditinggal wafat pendiri dan pengasuh pesantren sebelumnya dengan tanpa persiapan yang matang. Betapa hebatnya seorang kyai yang selalu ditinggalkan oleh istrinya yang untuk menuntut ilmu, meniti karir dan berjuang di dunia akademik, politik dan kemasyarakatan. Semuanya berakhir dengan sukses dan Husnul khatimah... Selamat jalan kyaiku.....
Istana di Surga telah menantikan kehadiran panjenengan.
Do'aku senantiasa menyertai panjenengan.
Sangking Kulo,
Kharisudin Aqib, Kelutan.*Sang Kyai Sakti*
Telah kembali ke hadirat Ilahi Robbi.
Oleh: Kharisudin Aqib.
Hari ini, Ahad; 10 Januari 2021, jam 6-an. Air mata ku tak bisa kubendung lagi atas kembalinya kyai ku. Aku adalah santri pertama beliau yang sampai kini belum sempat berbakti.... dan ternyata sudah ditinggal kembali ke kediaman abadi.... tetapi Alhamdulillah pagi ini saya bisa melihat wajah suci beliau dan memegang kaki beliau sebagai sungkem saya yang terakhir kali, sekaligus turut mensolati beliau yang pertama bersama keluarga besar guru besar saya KH. Badrus Sholeh Arif, pendiri Pondok Pesantren Al-Hikmah Purwoasri Kediri.
KH. Za'imuddin Badrus Sholeh, adalah putra pertama KH Badrus Sholeh Arif, pendiri dan pengasuh pondok pesantren Al-Hikmah, pesantren di mana aku mondok selama 6 tahun. Mulai tahun 1980 - 1986.
Beliau mulai menggantikan posisi bapaknya, sebagai pengasuh pesantren tahun 1983, ketika adik-adiknya masih banyak yang kecil-kecil. Tiga orang masih SD; gus Miftah, Gus Arif dan Gus Karim, yang lainnya masih mondok dan kuliah. Seperti Gus Nasrul, Gus Muh dan Gus Dain serta Gus Nasir. Sedangkan Ning Lilik, baru selesai Wisuda S1 di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. beberapa jam sebelum kecelakaan maut menimpa Mbah kyai Badrus bersama Bu nyai dan kedua putranya. Seorang adik kyai Zaim yang sudah menikah baru satu orang, yaitu Gus Wahid (Abdul Wahid Badrus, Mantan Bupati Kabupaten Nganjuk). Dan itupun masih ikut mertuanya, tinggal di Baron Nganjuk, sampai sekarang. Sehingga secara praktis kyai Za'im yang masih sangat muda tersebut harus menanggung beban keluarga dan pesantren sekaligus seorang diri bersama Bu nyai Istibsyaroh. Pesantren dengan tiga lembaga pendidikan formal; MTSN, MAN dan MA Al Hikmah.
Pada masa peralihan pengasuh pesantren, aku lagi kelas 1 Aliyah (tiga setengah tahun mondok), sebagai mantan ketua umum OSIS MTSN, ketika itu aku sudah sangat populer di pondok dan dekat dengan Mbah kyai Badrus, sehingga ketika di MAN saya juga menjadi pengurus OSIS, sekretaris umum, pada tahun berikutnya pengurus pondok, bendahara umum. Sekaligus ketua umum ipka. Sehingga mungkin sedikit lebih mengenal sosok kyai hebat dan kyai sakti almarhum Al maghrullah KH. Za'imuddin Badrus. Yang sangat berjasa dalam penyelamatan pesantren Al-Hikmah dan keluarga besar KH. Badrus Sholeh Arif.
Saya baru mengerti dan memahami, betapa kyai Za'im adalah seorang leader dan seorang kyai yang hebat dan sakti setelah saya juga menjadi orang tua dan pengasuh pesantren.
Kyai Za'im ditinggal wafat sang ayah, saya yakin belum berusia 40 tahun. Dan 7orang adiknya belum ada yang mandiri. Tetapi semuanya bisa berakhir dengan sukses dan bahagia. Pesantren Al-hikmah menjadi lebih besar, dan ke 7 adiknya semua sukses menjadi kyai dan Bu nyai besar yang berpengaruh di masyarakat Kediri dan sekitarnya. Bahkan istri beliau berhasil menjadi Bu nyai yang menjadi guru besar (Prof.Dr. Dra. Hj. Istibsyaroh, MAg), di UIN Sunan Ampel Surabaya, juga pernah menjadi anggota DPR Pusat dan anggota MUI pusat. Sehingga saya yakin kesuksesan kesemuanya tadi tidak terlepas dari kehebatan dan kesaktian seorang pengasuh pesantren, seorang kakak dan seorang suami yang luar biasa. Betapa hebatnya seorang kakak pertama yang ditinggal mati oleh bapak dan ibunya sekaligus tanpa perencanaan. Betapa hebatnya seorang Gus yang ditinggal wafat pendiri dan pengasuh pesantren sebelumnya dengan tanpa persiapan yang matang. Betapa hebatnya seorang kyai yang selalu ditinggalkan oleh istrinya yang untuk menuntut ilmu, meniti karir dan berjuang di dunia akademik, politik dan kemasyarakatan. Semuanya berakhir dengan sukses dan Husnul khatimah... Selamat jalan kyaiku.....
Istana di Surga telah menantikan kehadiran panjenengan.
Do'aku senantiasa menyertai panjenengan.
Sangking Kulo,
Kharisudin Aqib, Kelutan.
Keluarga Nabi
At-taqiyyu pada zaman nabi terdiri dari penghuni rumah beliau (ahlul bait), seperti; para istri, anak, menantu dan cucu. juga para pengikut setia dan murid beliau (sahabat).
Sedangkan anak keturunan (dzurriyah), generasi Rasulullah mulai cicit dan seterusnya, baik yang bergelar; habib, Sayyid, Syarif dll., maupun yang tidak bergelar, seperti dzurriyah dari jalur wali songo di Jawa, juga ada dua kategori; at taqiyyu, yaitu dzurriyah yang berakhlak rasuli, inilah yang alu Muhammad (keluarga Muhammad) dan ghoiru taqiyyin, yaitu dzurriyah yang berakhlak tidak rasuli, inilah yang bukan alu Muhammad (bukan keluarga Muhammad). Sekalipun dia secara biologis dzurriyah Rasulullah. Karena standar keluarga sang rasul (Alu Muhammad) adalah akhlak, yaitu ketaqwaan (at taqiyyu).Sebagai mana anak nabi Nuh as ada yang tidak sholeh, maka dia dinyatakan oleh Allah sebagai bukan keluarga. (Qur'an; surat Hud 46). Dan juga dzurriyah nabi Ibrahim juga ada yang dholim, sehingga tidak mendapatkan jaminan dari Allah (Qur'an; surat Al Baqarah 124).
Sehingga pada hakikatnya keluarga Nabi Muhammad adalah semua orang yang bertaqwa kepada Allah SWT.
*Abdulloh Kharisudin Aqib.*
Manfa'at dan Keutamaan Mujahadah
Oleh: Abi Kharisudin Aqib.
A. Pengertian Mujahadah
- Secara bahasa mujahadah berarti bersungguh sungguh. Tetapi secara praktis, mujahadah berarti bersungguh-sungguh dalam bentuk kegiatan kerohanian, untuk mendapatkan rahmat Allah yang berupa kebaikan yang sempurna (material dan spiritual, atau duniawi dan ukhrowi).
*B. Kegiatan Mujahadah,*
Kegiatan mujahadah bisa berupa; rangkaian amal ibadah, seperti sholat - sholat Sunnah, membaca rangkaian kalimat thoyyibah, surat-surat, ayat-ayat suci Al Quran, atau sholawat serta do'a - do'a ma'tsurot (rotib).
atau amaliah yang lain yang diyakini sebagai media efektif untuk berkomunikasi dengan Allah SWT, dan dilakukan dengan penuh keyakinan dan kekhusyukan.
*1. Bacaan surat Al Fatihah,* sebagai do'a semua hajat, berdasarkan sabda nabi:
سورة الفاتحة لمن قرأ له...
*2. Bacaan surat Al Fatihah sebagai kiriman hadiah ruhaniyah* untuk arwah orang-orang yang telah berjasa kepada kita, baik langsung maupun tidak langsung. Sekaligus menghubungkan antara ruh kita dengan ruh mereka.
*3. Rangkaian sholat - sholat sunnah* sebagai bagian dari mujahadah. Berdasarkan firman Allah SWT:
واستعينوا بالصبر والصلاة، وإنها لكبيرة الاعلى الخاشعين.
Sholat sebagai do'a, atau sarana permohonan kepada Allah SWT.
1. Sholat taubat = do'a memohon ampunan dari semua dosa.
2. Sholat dhuha = do'a memohon kelancaran dan keberkahan rezeki.
3. Sholat birrul waalidain = do'a memohon dicatat oleh Allah sebagai anak sholeh yang berbakti kepada kedua orang tua.
4. Sholat ghoib = do'a untuk ampunan orang Islam yang meninggal dunia pada minggu-minggu ini.
5. Sholat tasbih = do'a agar dicintai dan diridhai oleh Allah SWT.
6. Sholat hajat = do'a untuk terkabulnya hajat.
*4. Rotib atau rangkaian kalimat thoyyibah, surat-surat, ayat-ayat, sholawat atau do'a para nabi atau wali* , sebagai do'a yang berekomendasi dan berferensi. Sehingga diyakini lebih mudah untuk dikabulkan oleh Allah SWT.
*C. Diantara Manfa'at Mujahadah*.
Secara garis besar ada dua manfaat yang bisa kita dapatkan dari kegiatan mujahadah, yaitu: manfaat pribadi (Fardiyyah), dan manfaat bersama (Jam'iyyah).
1. Manfa'at pribadi;
- kesehatan holistik (psikis, biologis dan sosiologis).
- tercapainya tujuan dan cita-cita.
- peningkatan kualitas kepribadian dan spiritual.
- pahala di sisi Allah dan kebahagiaan yang hakiki dan abadi.
- rizki yang banyak dan barokah.
2. Manfa'at Bersama (Jam'iyyah).
- Bersihnya lingkungan sekitar dari energi negatif (balak, wabak, tho'un, kekejian, kemungkaran, fitnah, penyakit dhohir dan batin dll).
- Munculnya aura dan energi positif yang bisa menyebabkan turunnya berbagai macam rahmat dan keberkahan dari Allah SWT, untuk lingkungan di sekitar kita.
- Mengundang kedatangan makhluk-makhluk Allah yang berjiwa suci; baik manusia, jin maupun malaikat, serta ruh para wali dan para nabi.
- Mendatangkan rasa; aman, damai dan sejahtera. Atau sakinah, mawadah dan rohmah.
*D. Tata cara Mujahadah*.
Secara garis besar tatacara mujahadah terdiri dari tiga bagian, yang meliputi:
- Memenuhi syarat dan rukunnya.
- Menjaga Adab (Tata Krama, dhohir dan batin).
- Membenarkan dan Memperbaiki Metode dan Teknik Mujahah.
1. Syarat dan rukun mujahadah ;
- Menutup aurat.
- Suci dari najis dan hadats; badan, tempat dan pakaian serta peralatan.
2. Menjaga Adab.
- hadir di tempat dengan merendahkan diri dan mengagungkan Allah sebagai pemilik tempat ibadah.
- membersihkan diri dari pikiran dan perasaan buruk kepada diri sendiri maupun kepada orang lain.
- berpakaian yang suci, bersih, putih dan wangi.
- tidak bergurau atau bercakap-cakap, khususnya masalah duniawi.
- duduk atau berdiri menghadap kiblat, dengan berbaris rapi atau duduk membentuk formasi tapal kuda atau garputala, dengan penuh rasa hormat, kepada Allah SWT yang maha agung.
3. Membenarkan dan Memperbaiki Tata cara Mujahadah:
- Sikap fisik dan gerakan badan.
- Bacaan dan pengertian.
- Sikap mental konsentrasi pikiran.
Baik dalam sholat-sholat, maupun bacaan wirid-wirid.
4. *Menyiasati Hambatan dan rintangan*.
- Hambatan dan rintangan mujahadah ada tiga macam, yaitu: bisikan setan, tarikan hawa nafsu dan menejemen yang salah.
- Setan, baik yang berupa jin maupun manusia, selalu membisikkan untuk tidak berangkat mujahadah, atau berangkat tetapi terlambat, atau berangkat tetapi mengganggu majelis mujahadah, atau mengantuk. (Perbaiki pola pikir, perbaiki wudlu dan baca surat Al ikhlas, Al Falaq dan an Nas, pagi petang masing-masing 3).
- Tarikan hawa nafsu, menurut pada keinginan badaniyah dan emosi syaithoniyah (benci, cinta, marah, muak atau semangat), yang kontra dengan aturan Allah. Kita lawan dengan ilmu dan pengetahuan kita, dan kita lemahkan nafsu dengan puasa.
- Menejemen yang salah, sehingga terlalu capek, ngantuk tidak pada tempatnya,
pekerjaan menumpuk. Perbaiki pola dan menejemen tidur bangun. Biasakan cepat tidur-cepat bangun. Jangan tidur setelah subuh dan setelah ashar. Jangan tidur setelah makan, atau tidur terlalu kenyang.
Support Online

