NKRI = Khilafah 'Ala Manhajin Nubuwwah.

 NKRI = Khilafah 'Ala Manhajin Nubuwwah.

Oleh : Dr. KH. Kharisudin Aqib, M. Ag



Telah nyata bagi kita  dan kita juga patut bersyukur karena kita  SEKARANG BERADA DI ZAMAN KE 5 SEPERTI YG DI NYATAKAN OLEH RASUL SAW:


Tidak terasa kita kita ini hidup di penghujung Zaman.  Rasul SAW memberikan isyarat kepada kita, bahwa: 

“ZAMAN AKHIR ITU DI BAGI MENJADI 5 PEREODE ”

1. Zaman Nubuwwah

(zaman kenabian diawali dari Baginda Nabi Muhammad SAW Memimpin Masyarakat Kota Madinah sampai beliau wafat).

2. Zaman Khilafah 'Ala Manhajin Nubuwwah. 

(dipimpin oleh para sahabat Nabi; Abu Bakar Umar, Utsman dan Ali ra).

3. Zaman Al-Mulk 'Adl-dlon  kerajaan yang menggigit (mulai Berdirinya Dinasti Umayyah dan berakhir runtuhnya Dinasti Utsmani diturki kalau di Indonesia Majapahit, Sriwijaya, Galuh dsb.nya).

4. Zaman Mulk Jabbariyah, atau kerajaan yang menindas. 

Zaman penindasan,  *Itu adalah Zaman Kolonialisme Barat*). 

Fitnah2 bertebaran untuk melemahkan kaum Muslimin, Org2 yg tdk layak/zalim menjadi penguasa (pemimpin), jumlah ummat Islam ramai tapi bagaikan buih di atas laut (sedikit yg berjihad untuk membela Islam)..Zaman ini sudah berlalu....Alhamdulillah....

5. Zaman Khilafah 2

("Khilafah 'Ala Manhajin Nubuwwah) atau pemerintahan dengan model yang dipraktekkan oleh Nabi Muhammad Saw. suasana pemerintahan seperi pada zaman Rosululloh SAW, umat Islam akan dipimpin Imam Mahdi (pemimpin yang terbimbing dan tidak otoriter) tetapi zaman ini  hanya berlangsung lebih kurang 9 tahun (mungkin maksudnya 9 generasi).

*Dan Alhamdulillah,  kita sekarang berada di zaman ini* Alhamdulillah...was Syukru lillaah.

Pada zaman ini pula Dajjal muncul, Nabi Isa AS jg muncul ditugaskan untuk membunuh Dajjal dan meng-Islam-kan orang2 Kafir/Nashoro)._


➡️ Para Ulama hadits memperhalusi ttg usia umur ummat Islam :

1. Ibnu Hajar Asqalani

seorang ulama pakar hadits, kitab beliau yg populer dimsia adalah Fathul Barri, Beliau berkata umur umat Islam sampai 1476 H.

2. Imam As-syuyuthi

Beliau mengatakan umur umat Islam sampai 1477 H

3. Ibnu Hajar Hambali

kata Beliau umur umat Islam lebih dari 1400 H namun tdk sampai 1500 H

Allahu Akbar sekarang umur umat Islam sudah sampai pada 1440 H.


Hari kiamat tdk ada yg tau termasuk Rosululloh SAW namun mengenai umur umat Islam, Rasulullah sdh memberi tahu.. tdk sampai 1500 H.

Kelak di akhir zaman Alloh SWT akan wafatkan serentak umat islam di muka bumi dan yg tinggal hanyalah orang kafir yg akan menyaksikan hancurnya bumi gunung laut langit dan seluruh alam (baca Al-Qoriah, Al-Qiyamah, Al-Waqiah).


Di antara tanda kiamat kata Rasulullah SAW 

-akan muncul Dukhan (kabut hitam) yg menyelimuti bumi selama 40 hari 40 malam, lalu sahabat bertanya Ya Rasulullah kapan itu terjadi???

Kata Baginda Nabi SAW itu terjadi apabila yg 

- pertama KALAU PENYANYI WANITA BERMUNCULAN DI MANA-MANA

- Yg kedua kata Rasulullah SAW, kalau alat musik dicintai oleh umatku dan minuman keras di mana-mana....

_Saudaraku,tanda2 di atas sudah muncul semua sekarang...

Sementara masih ada waktu, mari segera baiki diri, perbaiki  ibadah dan perbanyak amal solih untuk bekal di akherat nanti....

Wallahu'alam....

Sudah Siapkah??


➡️_Kiamat menurut Agama Islam ditandai dengan beberapa petanda. Di antaranya; 

- Kemunculan Imam Mahdi

-  Kemunculan Dajjal

- Turunnya Nabi Isa (AS)

- Kemunculan Yakjuz dan Makjuz

- Terbitnya matahari dari Barat ke Timur

- Pintu pengampunan akan ditutup

- Dab'bat al-Ardi akan keluar dari tanah & akan menandai muslim yang se-benar2nya

- Kabut selama 40 Hari akan mematikan semua orang beriman sejati shg mereka tidak perlu mengalami tanda2 kiamat lainnya

- Sebuah kebakaran besar akan menyebabkan kerusakan

- Pemusnahan/runtuhnya Kabah

- Tulisan dalam Al-Quran akan lenyap


NKRI=Khilafah 'Ala Manhajin Nubuwwah.

1. NKRI didirikan dan dipimpin oleh para pemimpin yang terbimbing oleh Allah SWT. (9 orang tim perumus dasar negara). Khususnya proklamator kemerdekaan RI. Ir. H. Soekarno dan Drs HM.Hatta.

2. Dasar Negara NKRI adalah Pancasila dan UUD NRI tahun 1945. Merupakan kristalisasi dari nilai-nilai luhur Al Qur'an dan Sunnah Rasulullah Saw.

3. Sistem pemerintahan Trias politica (legislatif, ekskutif dan yudikatif), dengan model demokrasi perwakilan. = Spirit politik kenabian. 

4. Lambang Negara dan bendera merah putih, simbol keberpihakan kepada kebenaran dan keadilan = misi pemerintahan dan kerasulan Nabi Muhammad Saw.

Read more…

Peristiwa Isro' Mi'raj adalah Pengalaman Spiritual Rasulullah


Peristiwa Isro' Mi'raj adalah Pengalaman Spiritual Rasulullah

Oleh; Kharisudin Aqib.

Secara bahasa, Istilah Isro'Mi'raj terdiri dari dua kata; isro' dan mi'raj. Isro' yang berarti perjalanan di waktu malam, sedangkan mi'raj artinya perjalanan menuju ke arah. Sedangkan dalam pengertian praktis, istilah tersebut berarti perjalanan nabi Muhammad dari Masjidil haram ke Masjidil Aqsha di suatu malam.

Pada hakikatnya, pengalaman sang rasul tersebut sebenarnya merupakan sebuah puncak pengalaman spiritual, atas Istiqomah beliau dalam total perjuangan beliau (dengan harta benda dan jiwa raga), atau dengan kata lain jihad, ijtihad dan mujahadah, yang luar biasa serius.

Pengalaman spiritual tersebut terjadi pada diri beliau ketika beliau lagi tadzakkur dan tafakkur di dekat Ka'bah (hijir Ismail), dini hari (menjelang subuh), tanggal 27 Rojab, dua tahun sebelum hijrah. Di dalam keheningan malam dan keheningan dzikir, tahu-tahu terbukalah alam astral atau alam ruhani. Beliau melihat dua orang yang menghampiri dirinya, dan mengajaknya menuju ke tepian sumur zam-zam, kemudian melakukan operasi atas dadanya; lengkap, membelah, membersihkan isi dan tempatnya dengan air zam-zam, mengisinya dengan mutiara-mutiara hikmah, kemudian menutup kembali dengan baik. Kemudian keduanya mengajak sang rasul pergi jauh, beliau dinaikkan seekor kuda terbang (burok), sedangkan keduanya terbang mendampingi di kanan-kirinya. Dan dalam sekejap sudah sampai di pelataran Masjidil Aqsha. 

Kemudian memarkir kuda terbang tersebut di tempat parkir masjid. Beliau bertiga masuk masjid dan sholat tahiyatal masjid, selanjutnya menuju ke lift dan memasukinya dengan dikawal oleh kedua orang tersebut (Jibril dan Mikail). Dengan melewati pemeriksaan pada setiap pintu lift, satu (1) sampai dengan tujuh (7). Sambil lewat, pada setiap lantai beliau bertiga juga melihat-lihat apa saja yang ada di sana, (para penghuni, kegiatan, hiburan, pemandangan, dll). Semuanya fenomena belum pernah beliau melihatnya, persis seperti kita tour di taman fantasi, dan dua pengawal tersebut yang menjadi guide nya.

Pada setiap lantai, tidak terlihat batasan tepinya, sehingga merupakan sebuah alam tersendiri, dengan warna cahaya yang berbeda-beda. Sehingga masing-masing merupakan langit bagi alam yang ada di bawah nya. 

Pada setiap langit sang rasul bertemu dengan para nabi, kecuali pada langit yang ke enam dan tujuh. Di sana hanya ada penjaga dan makhluk-makhluk astral yang belum pernah beliau melihatnya.

Termasuk ada tempat penyiksaan (neraka), tempat kenikmatan (surga), masjid agung (Baitul makmur) dan lain-lain. 

Tujuan perjalanan beliau bertiga adalah menghadiri panggilan Allah SWT. Di langit atau lantai ke tujuh, di suatu tempat tertinggi yang tidak ada makhluk di sekitarnya (Sidrotul Muntaha).

Akhirnya Nabi Muhammad sampai ke Sidratul Muntaha tanpa guede dan pengantar. Dialog dengan Allah dengan mendapatkan perintah mengajak umatnya untuk sholat pada lima waktu setiap se-hari se-malam.

Dengan melalui tangga-tangga spiritual, nabi kembali ke tempat paling bawah (ground atau bumi), dan tersadar kembali, sedangkan tempat duduknya masih hangat.

Pengalaman spiritual nabi Muhammad tersebut, terjadi ketika beliau mengalami masa-masa sulit dan kritis. Teraniaya oleh para kafir Quraisy, sedangkan kedua pelindungnya meninggal di tahun itu, sampai terkenal dengan istilah tahun berduka ('aamul huzni). Yaitu istri perdananya (Siti Khodijah) dan paman yang terhormat (Abu Thalib).

Sehingga hampir dapat dipastikan, bahwa pengalaman spiritual tersebut terjadi sebagai hiburan dari Allah SWT atas kesedihan yang mendalam dari Rasulullah dan Istiqomah beliau dalam berjuang di jalan Allah SWT.

Pengalaman spiritual (kasyf) atau keterbukaan mata batin yang dialami oleh Rasulullah bisa difahami sebagai mana seorang yang lagi melihat film tiga dimensi.  Ia bisa melihat langsung ke sudut-sudut gambar seperti terlibat langsung di dalam gambar atau fenomena yang sedang terjadi. Dia bisa melihat dan merasakan keterlibatan langsung, sedangkan fisiknya di  tempat atau dimensi yang berbeda. Sebuah peristiwa ruhaniah yang bersifat kejiwaan (psikologis). Jiwa yang bersih dengan kekuatan semangat yang membara, menjadikan yang rasul bisa terbang mendatangi panggilan Allah SWT.

Suluk adalah lembaga pendidikan keruhanian yang diantaranya menghasilkan sebuah pengalaman spiritual yang diantaranya bersifat kasyf suri (keterbukaan mata batin, atas fenomena alam astral), dan diantaranya juga ada keterbukaan alam maknawi serta ketenangan batin serta manisnya iman. Dengan cara mengikuti sunah nabi secara Istiqomah, khususnya dalam Riyadhoh (latihan mengendalikan nafsu).

Menyedikitkan makan, tidur, ngomong dan bersia-sia dalam menggunakan waktu, harta dan kesempatan.

 

Read more…

Sang Kyai Sakti

Sang Kyai Sakti

Telah kembali ke hadirat Ilahi Robbi. 

Oleh: Kharisudin Aqib. 



KH zaimuddin

Hari ini, Ahad; 10 Januari 2021, jam 6-an. Air mata ku tak bisa kubendung lagi atas kembalinya kyai ku. Aku adalah santri pertama beliau yang sampai kini belum sempat berbakti.... dan ternyata sudah ditinggal kembali ke kediaman abadi....  tetapi Alhamdulillah pagi ini saya bisa melihat wajah suci beliau dan memegang kaki beliau sebagai sungkem saya yang terakhir kali, sekaligus turut mensolati beliau yang pertama bersama keluarga besar guru besar saya KH. Badrus Sholeh Arif, pendiri Pondok Pesantren Al-Hikmah Purwoasri Kediri. 

KH. Za'imuddin Badrus Sholeh, adalah putra pertama KH Badrus Sholeh Arif, pendiri dan pengasuh pondok pesantren Al-Hikmah, pesantren di mana aku mondok selama 6 tahun. Mulai tahun 1980 - 1986. 

Beliau mulai menggantikan posisi bapaknya, sebagai pengasuh pesantren tahun 1983, ketika adik-adiknya masih banyak yang kecil-kecil. Tiga orang masih SD;  gus Miftah, Gus Arif dan Gus Karim, yang lainnya masih mondok dan kuliah. Seperti Gus Nasrul, Gus Muh dan Gus Dain serta Gus Nasir. Sedangkan Ning Lilik, baru selesai Wisuda S1 di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. beberapa jam sebelum kecelakaan maut menimpa Mbah kyai Badrus bersama Bu nyai dan kedua putranya. Seorang adik kyai Zaim yang sudah menikah baru satu orang, yaitu Gus Wahid (Abdul Wahid Badrus, Mantan Bupati Kabupaten Nganjuk). Dan itupun masih ikut mertuanya, tinggal di Baron Nganjuk, sampai sekarang. Sehingga secara praktis kyai Za'im yang masih sangat muda tersebut harus menanggung beban  keluarga dan pesantren sekaligus seorang diri bersama Bu nyai Istibsyaroh. Pesantren dengan tiga lembaga pendidikan formal; MTSN, MAN dan MA Al Hikmah. 

Pada masa peralihan pengasuh pesantren, aku lagi kelas 1 Aliyah (tiga setengah tahun mondok), sebagai mantan ketua umum OSIS MTSN, ketika itu aku sudah sangat populer di pondok dan dekat dengan Mbah kyai Badrus, sehingga ketika di MAN saya juga menjadi pengurus OSIS, sekretaris umum,  pada tahun berikutnya pengurus pondok, bendahara umum. Sekaligus ketua umum ipka.  Sehingga mungkin sedikit lebih mengenal sosok kyai hebat dan kyai sakti almarhum Al maghrullah KH.  Za'imuddin Badrus. Yang sangat berjasa dalam penyelamatan pesantren Al-Hikmah dan keluarga besar KH. Badrus Sholeh Arif. 

Saya baru mengerti dan memahami, betapa kyai Za'im adalah seorang leader dan seorang kyai yang hebat dan sakti setelah saya juga menjadi orang tua dan pengasuh pesantren. 

Kyai Za'im ditinggal wafat sang ayah, saya yakin belum berusia 40 tahun. Dan 7orang adiknya belum ada yang mandiri. Tetapi semuanya bisa berakhir dengan sukses dan bahagia. Pesantren Al-hikmah menjadi lebih besar, dan ke 7 adiknya semua sukses menjadi kyai dan Bu nyai besar yang berpengaruh di masyarakat Kediri dan sekitarnya. Bahkan istri beliau berhasil menjadi Bu nyai yang menjadi guru besar (Prof.Dr. Dra. Hj. Istibsyaroh, MAg), di UIN Sunan Ampel Surabaya, juga pernah menjadi anggota DPR Pusat dan anggota MUI pusat. Sehingga saya yakin kesuksesan kesemuanya tadi tidak terlepas dari kehebatan dan kesaktian seorang pengasuh pesantren, seorang kakak dan seorang suami yang luar biasa. Betapa hebatnya seorang kakak pertama yang ditinggal mati oleh bapak dan ibunya sekaligus tanpa perencanaan. Betapa hebatnya seorang Gus yang ditinggal wafat pendiri dan pengasuh pesantren sebelumnya dengan tanpa persiapan yang matang. Betapa hebatnya seorang kyai yang selalu ditinggalkan oleh istrinya yang untuk menuntut ilmu, meniti karir dan berjuang di dunia akademik, politik dan kemasyarakatan. Semuanya berakhir dengan sukses dan Husnul khatimah... Selamat jalan kyaiku.....

Istana di Surga telah menantikan kehadiran panjenengan. 

Do'aku senantiasa menyertai panjenengan. 

Sangking Kulo, 

Kharisudin Aqib, Kelutan.*Sang Kyai Sakti*

Telah kembali ke hadirat Ilahi Robbi. 

Oleh: Kharisudin Aqib. 


Hari ini, Ahad; 10 Januari 2021, jam 6-an. Air mata ku tak bisa kubendung lagi atas kembalinya kyai ku. Aku adalah santri pertama beliau yang sampai kini belum sempat berbakti.... dan ternyata sudah ditinggal kembali ke kediaman abadi.... tetapi Alhamdulillah pagi ini saya bisa melihat wajah suci beliau dan memegang kaki beliau sebagai sungkem saya yang terakhir kali, sekaligus turut mensolati beliau yang pertama bersama keluarga besar guru besar saya KH. Badrus Sholeh Arif, pendiri Pondok Pesantren Al-Hikmah Purwoasri Kediri. 

KH. Za'imuddin Badrus Sholeh, adalah putra pertama KH Badrus Sholeh Arif, pendiri dan pengasuh pondok pesantren Al-Hikmah, pesantren di mana aku mondok selama 6 tahun. Mulai tahun 1980 - 1986. 

Beliau mulai menggantikan posisi bapaknya, sebagai pengasuh pesantren tahun 1983, ketika adik-adiknya masih banyak yang kecil-kecil. Tiga orang masih SD; gus Miftah, Gus Arif dan Gus Karim, yang lainnya masih mondok dan kuliah. Seperti Gus Nasrul, Gus Muh dan Gus Dain serta Gus Nasir. Sedangkan Ning Lilik, baru selesai Wisuda S1 di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. beberapa jam sebelum kecelakaan maut menimpa Mbah kyai Badrus bersama Bu nyai dan kedua putranya. Seorang adik kyai Zaim yang sudah menikah baru satu orang, yaitu Gus Wahid (Abdul Wahid Badrus, Mantan Bupati Kabupaten Nganjuk). Dan itupun masih ikut mertuanya, tinggal di Baron Nganjuk, sampai sekarang. Sehingga secara praktis kyai Za'im yang masih sangat muda tersebut harus menanggung beban keluarga dan pesantren sekaligus seorang diri bersama Bu nyai Istibsyaroh. Pesantren dengan tiga lembaga pendidikan formal; MTSN, MAN dan MA Al Hikmah. 

Pada masa peralihan pengasuh pesantren, aku lagi kelas 1 Aliyah (tiga setengah tahun mondok), sebagai mantan ketua umum OSIS MTSN, ketika itu aku sudah sangat populer di pondok dan dekat dengan Mbah kyai Badrus, sehingga ketika di MAN saya juga menjadi pengurus OSIS, sekretaris umum, pada tahun berikutnya pengurus pondok, bendahara umum. Sekaligus ketua umum ipka. Sehingga mungkin sedikit lebih mengenal sosok kyai hebat dan kyai sakti almarhum Al maghrullah KH. Za'imuddin Badrus. Yang sangat berjasa dalam penyelamatan pesantren Al-Hikmah dan keluarga besar KH. Badrus Sholeh Arif. 

Saya baru mengerti dan memahami, betapa kyai Za'im adalah seorang leader dan seorang kyai yang hebat dan sakti setelah saya juga menjadi orang tua dan pengasuh pesantren. 

Kyai Za'im ditinggal wafat sang ayah, saya yakin belum berusia 40 tahun. Dan 7orang adiknya belum ada yang mandiri. Tetapi semuanya bisa berakhir dengan sukses dan bahagia. Pesantren Al-hikmah menjadi lebih besar, dan ke 7 adiknya semua sukses menjadi kyai dan Bu nyai besar yang berpengaruh di masyarakat Kediri dan sekitarnya. Bahkan istri beliau berhasil menjadi Bu nyai yang menjadi guru besar (Prof.Dr. Dra. Hj. Istibsyaroh, MAg), di UIN Sunan Ampel Surabaya, juga pernah menjadi anggota DPR Pusat dan anggota MUI pusat. Sehingga saya yakin kesuksesan kesemuanya tadi tidak terlepas dari kehebatan dan kesaktian seorang pengasuh pesantren, seorang kakak dan seorang suami yang luar biasa. Betapa hebatnya seorang kakak pertama yang ditinggal mati oleh bapak dan ibunya sekaligus tanpa perencanaan. Betapa hebatnya seorang Gus yang ditinggal wafat pendiri dan pengasuh pesantren sebelumnya dengan tanpa persiapan yang matang. Betapa hebatnya seorang kyai yang selalu ditinggalkan oleh istrinya yang untuk menuntut ilmu, meniti karir dan berjuang di dunia akademik, politik dan kemasyarakatan. Semuanya berakhir dengan sukses dan Husnul khatimah... Selamat jalan kyaiku.....

Istana di Surga telah menantikan kehadiran panjenengan. 

Do'aku senantiasa menyertai panjenengan. 

Sangking Kulo, 

Kharisudin Aqib, Kelutan.

Read more…

Sekilas Tentang Keluarga Nabi Muhammad

Sekilas Tentang Keluarga Nabi Muhammad.

Keluarga Nabi


Muhammad (Alu Muhammad), berdasarkan hadits adalah orang-orang yang bertakwa (at-taqiyyu). *Inna Ala Muhammadin at-taqiyyu.* 

At-taqiyyu pada zaman nabi terdiri dari penghuni rumah beliau (ahlul bait), seperti; para istri, anak, menantu dan cucu. juga para pengikut setia dan murid beliau (sahabat).

Sedangkan anak keturunan (dzurriyah), generasi  Rasulullah mulai cicit dan seterusnya, baik yang bergelar; habib, Sayyid, Syarif dll.,  maupun yang tidak bergelar, seperti dzurriyah dari jalur wali songo di Jawa, juga ada dua kategori; at taqiyyu, yaitu dzurriyah yang berakhlak rasuli, inilah yang alu Muhammad (keluarga Muhammad) dan ghoiru taqiyyin, yaitu dzurriyah yang berakhlak tidak rasuli,  inilah yang bukan alu Muhammad (bukan keluarga Muhammad). Sekalipun dia secara biologis dzurriyah Rasulullah. Karena standar keluarga sang rasul (Alu Muhammad) adalah akhlak, yaitu ketaqwaan (at taqiyyu).Sebagai mana anak  nabi Nuh as ada yang tidak sholeh, maka dia dinyatakan oleh Allah sebagai bukan keluarga. (Qur'an; surat Hud 46). Dan juga dzurriyah nabi Ibrahim juga ada yang dholim, sehingga tidak mendapatkan jaminan dari Allah (Qur'an; surat Al Baqarah 124).

Sehingga pada hakikatnya keluarga Nabi Muhammad adalah semua orang yang bertaqwa kepada Allah SWT.

*Abdulloh Kharisudin Aqib.*

Read more…

Manfa'at dan Keutamaan Mujahadah

Manfa'at dan Keutamaan Mujahadah

Oleh: Abi Kharisudin Aqib.



A. Pengertian Mujahadah

- Secara bahasa mujahadah berarti bersungguh sungguh. Tetapi secara praktis, mujahadah berarti bersungguh-sungguh dalam bentuk kegiatan kerohanian, untuk mendapatkan rahmat Allah yang berupa kebaikan yang sempurna (material dan spiritual, atau duniawi dan ukhrowi).


*B. Kegiatan Mujahadah,*

Kegiatan mujahadah  bisa berupa; rangkaian amal ibadah, seperti sholat - sholat Sunnah, membaca rangkaian kalimat thoyyibah, surat-surat, ayat-ayat suci Al Quran, atau sholawat serta do'a - do'a ma'tsurot (rotib).

atau amaliah yang lain yang diyakini sebagai media efektif untuk berkomunikasi dengan Allah SWT, dan dilakukan dengan penuh keyakinan dan kekhusyukan.


 *1. Bacaan surat Al Fatihah,* sebagai do'a semua hajat, berdasarkan sabda nabi: 

سورة الفاتحة لمن قرأ له...


*2. Bacaan surat Al Fatihah sebagai kiriman hadiah ruhaniyah* untuk arwah orang-orang yang telah berjasa kepada kita, baik langsung maupun tidak langsung. Sekaligus menghubungkan antara ruh kita dengan ruh mereka.


*3. Rangkaian sholat - sholat sunnah* sebagai bagian dari mujahadah. Berdasarkan firman Allah SWT: 

واستعينوا بالصبر والصلاة، وإنها لكبيرة الاعلى الخاشعين.

Sholat sebagai do'a, atau sarana permohonan kepada Allah SWT. 

1. Sholat taubat = do'a memohon ampunan dari semua dosa. 

2. Sholat dhuha = do'a memohon kelancaran dan keberkahan rezeki. 

3. Sholat birrul waalidain = do'a memohon dicatat oleh Allah sebagai anak sholeh  yang berbakti kepada kedua orang tua.

4. Sholat ghoib = do'a untuk ampunan orang Islam yang meninggal dunia pada minggu-minggu ini. 

5. Sholat tasbih = do'a agar dicintai dan diridhai oleh Allah SWT. 

6. Sholat hajat = do'a untuk terkabulnya hajat.


*4. Rotib atau rangkaian kalimat thoyyibah, surat-surat, ayat-ayat, sholawat atau do'a para nabi atau wali* , sebagai do'a yang berekomendasi dan berferensi. Sehingga diyakini lebih mudah untuk dikabulkan oleh Allah SWT.


*C. Diantara Manfa'at Mujahadah*. 

Secara garis besar ada dua manfaat yang bisa kita dapatkan dari kegiatan mujahadah, yaitu: manfaat pribadi (Fardiyyah), dan manfaat bersama (Jam'iyyah). 

1. Manfa'at pribadi; 

- kesehatan holistik (psikis, biologis dan sosiologis). 

- tercapainya tujuan dan cita-cita. 

- peningkatan kualitas kepribadian dan spiritual. 

- pahala di sisi Allah dan kebahagiaan yang hakiki dan abadi.

- rizki yang banyak dan barokah.

2. Manfa'at Bersama (Jam'iyyah).

- Bersihnya lingkungan sekitar dari energi negatif (balak, wabak, tho'un,  kekejian, kemungkaran, fitnah, penyakit dhohir dan batin dll).

- Munculnya aura dan energi positif yang bisa menyebabkan turunnya berbagai macam rahmat  dan keberkahan dari Allah SWT, untuk lingkungan di sekitar kita.

- Mengundang kedatangan makhluk-makhluk Allah yang berjiwa suci; baik manusia, jin maupun malaikat, serta ruh para wali dan para nabi.

- Mendatangkan rasa; aman, damai dan sejahtera. Atau sakinah, mawadah dan rohmah.


*D. Tata cara Mujahadah*.

Secara garis besar tatacara mujahadah terdiri dari tiga bagian, yang meliputi: 

- Memenuhi syarat dan rukunnya.

- Menjaga Adab (Tata Krama, dhohir dan batin).

- Membenarkan dan Memperbaiki Metode dan Teknik Mujahah.

1. Syarat dan rukun mujahadah ;

- Menutup aurat.

- Suci dari najis dan hadats; badan, tempat dan pakaian serta peralatan.

2. Menjaga Adab.

- hadir di tempat dengan merendahkan diri dan mengagungkan Allah sebagai pemilik tempat ibadah.  

- membersihkan diri dari pikiran dan perasaan buruk kepada diri sendiri maupun kepada orang lain.

- berpakaian yang suci, bersih, putih dan wangi. 

- tidak bergurau atau bercakap-cakap, khususnya masalah duniawi. 

- duduk atau berdiri menghadap kiblat, dengan berbaris rapi atau duduk membentuk formasi tapal kuda atau garputala,  dengan penuh rasa hormat, kepada Allah SWT yang maha agung. 

3. Membenarkan dan Memperbaiki Tata cara Mujahadah:

- Sikap fisik dan gerakan badan.

- Bacaan dan pengertian.

- Sikap mental konsentrasi pikiran.

Baik dalam sholat-sholat, maupun bacaan wirid-wirid.


4. *Menyiasati Hambatan dan rintangan*. 

- Hambatan dan rintangan mujahadah ada tiga macam, yaitu: bisikan setan, tarikan hawa nafsu dan menejemen yang salah.

- Setan, baik yang berupa jin maupun manusia,  selalu  membisikkan untuk tidak berangkat mujahadah, atau berangkat tetapi terlambat, atau berangkat tetapi mengganggu majelis mujahadah, atau mengantuk. (Perbaiki pola pikir, perbaiki wudlu dan baca surat Al ikhlas, Al Falaq dan an Nas, pagi petang masing-masing 3).

- Tarikan hawa nafsu, menurut pada keinginan badaniyah dan emosi syaithoniyah (benci, cinta, marah, muak atau semangat), yang kontra dengan aturan Allah. Kita lawan dengan ilmu dan pengetahuan kita, dan kita lemahkan nafsu dengan puasa.

- Menejemen yang salah, sehingga terlalu capek, ngantuk tidak pada tempatnya, 

pekerjaan menumpuk. Perbaiki pola dan menejemen tidur bangun. Biasakan cepat tidur-cepat bangun. Jangan tidur setelah subuh dan setelah ashar.  Jangan tidur setelah makan, atau tidur terlalu kenyang.

Read more…

Virus Qudsi atau Virus Suci dan Penyebarannya Ala Rasulullah.

Virus Qudsi atau Virus Suci dan Penyebarannya Ala Rasulullah. 
Oleh : Kharisudin Aqib.

A. Pengantar
Virus adalah jenis makhluk Allah yang sangat lembut dan kecil. Dia masuk kategori makhluk hidup yang unik, karena disebut makhluk hidup tidak memiliki syarat kehidupan yang normal,  tetapi disebut makhluk tidak hidup nyatanya bisa berkembang biak.
Virus, selama ini berkonotasi negatif dan parasit. Karena memang nyatanya dampaknya terhadap manusia cenderung negatif, sekalipun bisa dimanfaatkan untuk kepentingan dan kebaikan umat manusia.
Di dalam kehidupan manusia sehari-hari, ada makhluk Allah, yang memiliki ciri-ciri sebagai mana Virus, tetapi bersifat suci, dan sangat positif bagi kehidupan umat manusia. Dia tidak kasat mata, seperti halnya virus. Bahkan lebih tidak bisa dilihat dengan mikroskop biasa. Tetapi bisa dilihat dengan foto aura, atau foto cyrlian. Tetapi pengaruhnya bisa dilihat rekaman video aura, atau alat-alat tes psikologi dan kesehatan. Sehingga saya sebut dia sebagai virus qudsi, atau virus suci.
"Virus" ini berdampak menyehatkan, menghidupkan dan mengembangkan. Pada apa saja yang ketempatan virus qudsi ini, khususnya jantung, hati dan otak manusia.
Ia memiliki daya tahan hidup di dalam diri manusia dalam cuaca dan kondisi apapun, kecuali jika dibawa untuk melakukan maksiat, khususnya dosa besar, maka dia akan mati atau setidaknya ia akan meredup dan padam.  Ia juga memiliki kemampuan menyebar dan 'berkembang biak' dengan sangat dahsyat, bahkan bisa berpindah-pindah, bukan hanya dari orang ke orang lain, tetapi dari generasi ke generasi. Dia adalah makhluk Allah yang merupakan faidh robbaniy (limpahan esensi dari Allah).

B. Mengenal Virus Qudsi.
Material virus qudsi berasal dari faidh robbani, sebuah 'partikel' ketuhanan yang sangat halus dan lembut. Yang terpercik dari spirit iman dan getaran amal shaleh, khususnya amal shaleh yang Istiqomah. Seperti; berdzikir, membaca, ibadah mahdhoh, dan ibadah sosial. Wirid yang Istiqomah untuk menyebut-nyebut asma atau kalimat atau kalam Allah (dzikir), membaca kalimat kitab suci atau ilmu murni, ritual wajib atau sunnah akan menumbuhkan virus qudsi. Dia menghidupkan, menyehatkan, memperbaiki dan menguatkan kembali setiap organ tubuh manusia, baik organ tubuh maupun organ spiritual, khususnya organ spiritual. Virus suci ini akan menjadi medan maghnet dan atmosfir tubuh manusia. Dia akan menjadi pelindung diri dari segala hal yang distruktif atau merusak.
Virus suci ini akan menarik rizki dan berbagai jenis energi positif dan malaikati. Dengan virus qudsi ini performa seseorang akan menjadi anggun dan menawan juga berwibawa. Sehingga kita sangat penting untuk mendapatkan dan memilikinya bahkan sebanyak-banyaknya.

C. Penyebaran Virus Qudsi.
1. Penyebaran dan Penularan secara Umum.
Penyebaran virus qudsi ala Rasulullah Saw, secara umum, melalui tiga media: aura, udara dan suara. Dengan pernyataan sang Rasul yang cukup simpel.
عليكم بمجالسة العلماء واستماع كلام الحكماء،
لأن الله تعالى يحي القلب الميت بنور الحكمة،
 كمايحي الأرض الميتة بماء المطر . الحديث .
" Hendaklah kalian duduk-duduk dengan para ulama' (orang-orang yang banyak ilmunya) dan mendengarkan kata-kata para hukama' (orang-orang yang banyak hikmahnya). Karena sesungguhnya Allah SWT, dalam menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah, sebagai mana Dia menghidupkan tanah yang mati dengan air hujan". Al hadits.
Juga hadits-hadits yang lain yang menjelaskan tentang keutamaan ilmu dan orang-orang 'aaliim.
a. Duduk-duduk dengan para ulama'.
Manfaat duduk-duduk dengan para ulama' bagi penyebaran hikmah.
- Ulama' (para ilmuwan juga memiliki banyak hikmah).
- Hikmah memiliki gelombang spiritualmagnetik, yang memancarkan cahaya radiasi ke sekelilingnya.
- Gelombang spiritualmagnetik Al hikmah, bisa juga menyebar melalui sentuhan badan, khususnya bersalaman (mushofahah). Hikmah adalah salah satu dari virus qudsi, yang merupakan kristalisasi dari ilmu dan pengetahuan yang didapat oleh seseorang karena Istiqomah dalam membaca dan meneliti. Virus suci ini masuk ke dalam otak atau akal intelektual. Sehingga menggerakkan afeksi dan psikomotorik untuk melakukan hal-hal yang terpuji dan robbani.
Jenis virus qudsi berikutnya adalah barokah. Barokah ini muncul karena Istiqomah dalam ibadah, khususnya yang berbentuk aurod kalamiyah, seperti; dzikir kalimat-kalimat thoyibah, ayat-ayat atau surat-surat dari Al Qur'an, atau sholawat nabi.
Sebagai virus suci barokah memiliki gelombang spiritual magnetik yang bisa menyebar melalui cara vibrasi dan radiasi ke obyek di area sekitarnya.
Sedangkan jenis yang ke tiga dari virus qudsi adalah karomah.
Karomah sebagai virus qudsi terwujud karena Istiqomah dalam ibadah sosial. Seperti: berjuang untuk kemanusiaan, bersedekah, membantu orang yang lemah dan Khidmah keagamaan.
Karomah biasanya berupa kemampuan pribadi yang bersifat unik dan spesifik. Materi lembut karomah, juga merupakan energi yang memacar dan bersifat spiritualmaghnetik. Yang bisa berkembang dan menyebar ke obyek di sekitarnya. Khususnya
yang berupa efek positifnya. Duduk-duduk dengan yang memiliki banyak ilmu (hikmah), yang memiliki barokah dan karomah. Memungkinkan terjadinya penyebaran virus qudsi : melalui pandangan mata, sentuhan tangan, dan radiasi aura.

 Pandangan mata. 
Orang yang memandang  dengan penuh hormat dan kasih sayang terhadap wajah seorang yang banyak ilmunya ('aliim), bisa mendapatkan pencerahan agung, berupa perubahan sikap mental dan perilakunya. Karena pancaran aura wajah orang tersebut, khususnya dari kening, sebagai pusat aura di wajah.

Sentuhan kulit
Khususnya tapak tangan, juga kulit yang lainnya. Sangat besar terjadinya penularan virus qudsi. Bahkan dengan bersalaman, (saling menyentuhnya dua tapak tangan) akan terjadi peluruhan dosa-dosa dan keburukan pribadi seseorang.
Sentuhan kulit, dari tapak tangan orang 'alim, khususnya yang sanad ilmunya bersambung sampai dengan Rasulullah akan dapat bertahan sampai dengan beberapa generasi yang pada saatnya akan membuahkan 'indukan' hikmah atau berkah atau karomah yang unggul dan unik. Sebagai virus qudsi; hikmah, barokah dan atau karomah Rasulullah yang teralirkan melalui mushofahah (bersalaman), mampu bertahan hingga 40 generasi, begitu pula yang berasal dan melalui syekh Abdul Qodir Jaelani.

 Radiasi dan Vibrasi Aura.
Radiasi atau pancaran energi dari partikel aura, Dan vibrasi atau getaran energi partikel aura sangat besar pengaruhnya terhadap obyek yang berada di dalam medan magnetik seorang 'aaliim (ahli ilmu), 'abiid (ahli ibadah) atau mujahid (pejuang). Maka karena radiasi atau vibrasi hikmah, barokah maupun karomah  orang seringkali berdekatan dengan beliau akan mendapatkan berbagai kebaikan. Khususnya yang bersifat moral dan spiritual.

 b. Mendengarkan Kalam ahlul hikmah.
Seringkali Kalam ahlul hikmah bersifat baligh (singkat, praktis dan mengena), lebih sering bergaya ijaaz. Berbeda dengan gaya bahasa para ulama' yang kebanyakan lebih bergaya ithnab (uraian kata lebih terinci dan meluas). Kalam hikmah, atau Kalam yang baligh (tepat sasaran), sebagai mana firman Allah dalam kitab suci Al-Qur'an, yang memiliki uslub Al-hakiim (gaya bahasa penuh hikmah), lebih mengena di hati dan lebih kondusif untuk menempel menghidupkan virus qudsi yang berupa hikmah. Dengan masuknya hikmah di dalam hati (jiwa), seseorang yang terdorong berbuat baik, atau beramal shaleh, baik secara spiritual maupun secara sosial.
Kalam hikmah yang membawa banyak virus qudsi atau virus suci di dalam Al Qur'an seringkali disebut sebagai; qoulan kariima, qoulan layyina, qoulan tsaqila, dan qoulan sadiida. serta qoulan baligho.
Penyebaran virus suci atau virus qudsi dari Kalam hikmah, melalui getaran gelombang suara (vibrasi), baik melalui media atau tanpa media (langsung face to face), bisa saja terjadi. Hanya saja mendengar suara langsung face to face, akan lebih kuat pengaruhnya terhadap jiwa,  karena adanya tambahan energi dari aura positif pemilik suara.
Sapaan Salam.
Secara khusus sapaan yang diajarkan oleh Rasulullah adalah ucapan salam khas. Yaitu sebuah sapaan yang berisi do'a, penyebaran Asma Allah, "Assalaam", yang mengandung wujud virus qudsi yang paling qudus yang bersifat mendamaikan dan mensejahterakan.

2. Penyebaran dan Penularan Khusus.
Secara khusus Rasulullah menyebarkan virus qudsi itu dengan konsep integral (menyatu) antara tarbiyah (pendidikan) dan dakwah (penularan dan penyebaran), dalam sebuah spirit kukuh, aktif dan inovatif.
Konsep praktis penularan dan penyebaran tersebut, meliputi: bai'at dan talqin, tahammul dan ada' , silsilah dan sanad.
Bai'at dan talqin.
Dua istilah ini, lebih akrab dipakai oleh para pengkaji ilmu tasawuf (ilmu kerohanian dalam Islam).
Bai'at adalah pengajuan niat suci seorang murid untuk mengambil barokah (sebagai virus qudsi), dari 'sang rasul'. Sedangkan talqin adalah pengajaran dan 'penularan' dari sang rasul
(Rasulullah), atau para guru (syekh) sebagai pelanjut tugas pendidikan Rasulullah.
Tahammul dan Ada'.
Kedua istilah ini lebih akrab dipraktekkan di dunia kajian ilmu hadits. Ilmu tentang informasi terkait praktik keislaman oleh Rasulullah dengan para muridnya (para sahabat).
*Tahammul* adalah penerimaan ilmu oleh seorang murid, sedangkan Ada' adalah penyampaian informasi, ilmu dan berita oleh sang rasul sebagai guru. Apa saja yang disampaikan oleh guru dan diterima oleh murid dari Rasulullah adalah sebuah virus qudsi yang sangat produktif untuk membuat seseorang menjadi Sholeh dalam pengertian yang sangat luas dan mendalam.
Sedangkan
silsilah dan sanad adalah sebuah sistem jaringan penularan dan penyebaran virus suci (virus qudsi). Silsilah adalah mata rantai penyebaran dari guru pertama (dari Rasulullah sampai guru kita), sedangkan sanad adalah mata rantai penerimaan virus qudsi dari murid terakhir sampai murid pertama (murid Rasulullah).
Sistem penularan dan penyebaran vq, secara khusus tersebut dibalas lebih mendalam dalam ilmu tarekat, sebagai kajian praktis dalam ilmu tasawuf.

D. PENUTUP
Kebalikan dari virus Corona dan virus pada umumnya, virus qudsi bersifat memperbaiki, menguatkan dan bahkan menghidupkan. Sebagai mana juga perbedaan dan kontradiksi antara unsur malaikati dengan unsur syaithoni.
Virus qudsi adalah pancaran dan limpahan (faidl), unsur robbani yang bersifat malaikati.
Yang terpancar dari spirit iman yang tergerakan dengan amal sholeh yang dilakukan dengan Istiqomah, yang biasanya disebut dengan istilah hikmah, barokah dan karomah.
Virus qudsi sangat penting untuk kita dapat kan dan kita sebarkan.
Rasulullah memberikan panduan untuk mendapatkan dan menyebarkan virus qudsi dengan mujalasatul ulama' dan istima' kalam hukama'. Mushofahah, dan juga  nadhru wajhul 'aaliim (memandang wajah orang 'aliim).
Semoga bermanfaat dan berkah untuk semua.
Kelutan, Nganjuk, 31 Mei 2020.
Abdullah Kharisudin Aqib
Read more…

Kepribadian Seorang Muslim

Kepribadian Seorang Muslim
Oleh: Abi Kharisudin Aqib.

A. Pendahuluan
Seorang yang beragama Islam (muslim), adalah seorang yang menjadikan Islam sebagai pakaian (akhlak bagi jiwanya), sehingga akhlak atau kepribadiannya adalah gambar dari agama Islam tersebut. 
Sehingga kepribadian yang harus merupakan gambaran dari agama tersebut secara menyeluruh adalah meliputi seluruh aspek kehidupan manusia, yaitu; prinsip hidup, pola hidup, sikap hidup dan cara hidup, yang keempat empat harus merupakan gambaran dari agama Islam yang selalu dan senantiasa dikenakannya di dalam menjalani hidup dan kehidupan. Inilah ringkasan dari gambaran kepribadian seorang muslim yang kaaffah tersebut.

B. Kepribadian Seorang Muslim 
Seorang muslim yang baik dan taat, pasti memiliki 4 hal yang membentuk kepribadiannya, yaitu;  prinsip hidup, pola hidup, sikap hidup dan cara hidup, yang mencerminkan karakteristik agama Islam. Dengan uraian ringkas sebagai berikut;
1. Prinsip Hidup Seorang Muslim.
Ada empat prinsip dasar yang harus dipegangi oleh seorang muslim, sehingga dirinya menjadi profil manusia yang pantas disebut sebagai seorang muslim. Yakni Rahmatan Lil 'aalamiin (menyebarkan kasih sayang kepada seluruh alam), ya'lu wa laa yu'laa 'alaih (tinggi dan tidak ada yang melebihi). Kaaffah wa syamilah (sempurna dan serba ada), dan ummatan wasaton (generasi yang modern dan moderat).
a. Seorang muslim harus memiliki prinsip hidup akan selalu menebarkan rahmat Allah kapan saja dan dimana saja. Rahmat dalam pengertian kasih sayang maupun sesuatu yang baik dan bermanfaat untuk kehidupan. Karena memang Islam dan pembawanya (Rasulullah), diutus adalah sebagai wujud kasih sayang Allah pada seluruh alam.
b. Seorang muslim seharusnya memiliki prinsip hidup sebagai mana karakter agama Islam, yaitu ya'lu wa la yu'laa 'alaihi (punya semangat untuk menggapai prestasi dan prestise terbaik), pada bidang dan keahlian masing-masing. Sebagai tanda syukur atas anugerah Allah SWT.
c. Seorang muslim seharusnya memiliki prinsip hidup serba bisa. Terlibat aktif dalam berbagai bidang kehidupan, khususnya bidang keahlian kita masing-masing. Pengetahuan umum, pekerjaan sehari-hari juga pengetahuan serta amaliah keagamaan dasar (fardlu 'ain), harus dikuasai dengan baik.
d. Prinsip hidup yang harus dipegangi dengan baik oleh seorang muslim adalah berusaha untuk senantiasa menjadi generasi yang modern dan moderat (ummatan wasaton). Modern dalam pengertian bisa menerima pembaharuan dengan selektif dan bijaksana, juga mampu istiqomah dalam prinsip hidup dan peradaban yang luhur nan mulia. Moderat dalam pengertian bersikap sederhana (tawasut) dalam kehidupan dan pertengahan dalam pemikiran. Berkeseimbangan (tawazun) dalam pertimbangan dan disiplin (i'tidal) dalam menghukumi diri sendiri maupun orang lain.
2. Pola Hidup Seorang Muslim.
Seorang muslim yang baik seharusnya pola hidupnya memiliki pola yang jelas, baik dan sesuai dengan ajaran Islam yang dipraktekkan oleh utusan Allah, sang profil figur teladan.
Pola hidup di sini setidaknya meliputi lima hal, yaitu; pola pikir, pola makan minum, pola tidur bangun, pola bermasyarakat dan pola beribadah.
a. Pola pikir seorang muslim adalah sumber kekuatan yang akan membentuk karakter dan bahkan nasib nyata seorang manusia. Maka seorang muslim, bentuk dan cara berpikirnya harus selaras dengan agama Islam itu sendiri, yaitu; positif, konstruktif, solutif, obyektif dan transendental (4 if dan 1al).
1). Pola pikir yang positif, artinya seorang muslim kalau berfikir harus selalu yang baik, berprasangka atau menduga juga harus selalu yang baik. Selalu optimis, dan percaya diri serta yakin bahwa Allah selalu mengawal, membimbing dan mengasihi diri kita.
2). Pola pikir konstruktif.
Berarti kalau berfikir,  selalu memikirkan agar sesuatu hal menjadi baik atau bahkan lebih baik. Atau tidak memikirkan sesuatu hal untuk menjadi rusak atau menjadi jelek dan hancur (distruktif). Baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.
3). Pola pikir solutif.
Adalah kebiasaan berfikir untuk mencari solusi (jalan keluar). Tidak berfikir mencari biang keladi atau kambing hitam. Tetapi berfikir spontan untuk bagaimana jalan keluar (solusinya).
4). Pola obyektif 
Adalah pola pikir jujur (Shiddiq) dan ilmiah. Tidak bias dan tidak condong pada hawa nafsu dan kepentingan tertentu. Pola pikir obyektif ini merupakan syarat mutlak yang diperlukan bagi seorang pemimpin.
5). Pola pikir transendental.
Adalah pola pikir yang selalu dan cenderung untuk segera kembali kepada Allah SWT, dalam setiap persoalan yang dihadapinya.
b. Pola makan minum
Pola makan minum seorang muslim, seharusnya jelas sebagai mana bimbingan Allah dan tauladan sang rasul. Yaitu; halalan, Thoyyiban dan ghoiru isyrof. Serta sering-sering puasa
 *- halaalan*.
Seorang muslim, hanya makan atau minum yang halal (baik dari segi dzatnya, cara memperolehnya dan atau cara mengolahnya). Halal dalam arti disahkan menurut syari'at Islam.
*- Thoyyiban*.
Dalam pengertian; baik,  enak, bergizi dan sesuai dengan kebutuhan badan kita.
Seorang muslim, hanya makan yang secara adat, budaya luhur dan higienis (kesehatan dan gizi), baik dan pantas untuk dikonsumsi.
*- Ghoiru Isyrof* 
Pola makan minum seorang muslim yang baik adalah tidak berlebih-lebihan, dalam arti melampaui batas kebutuhan dan kemampuan dalam makan dan minum. Kalau bisa mengikuti pola makan minum sang rasul teladan (tidak makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang), atau membagi kapasitas perut menjadi tiga bagian; untuk makanan, minuman dan udara.
*- Sering-sering puasa*
Seorang muslim yang baik selalu berusaha mengikuti pola makan minum, sang rasul. Yaitu sering-sering puasa, di luar puasa wajib. Seperti puasa hari-hari istimewa;  kelahiran, hari diangkat amal, hari asyura dan lainnya.
 *c. Pola Tidur Bangun*
Seorang muslim yang baik mengambil pola tidur bangun dengan baik dan istiqamah, sebagai mana Sunnah Rasulullah. Yaitu cepat tidur dan cepat bangun. Atau kalau terpaksa lambat tidur dan cepat bangun.
Cepat tidur dan cepat bangun dalam arti, tidak tidur terlalu larut malam, tidur sekitar jam 10 dan bangun sekitar pukul 3.30 dini hari. Dan biasa tidur siang sangat sebentar (qailulah), sekitar 15-30 menit. Tidak tidur, setelah subuh dan menjelang magrib. Tidak membiasakan pola tidur lambat tidur lambat bangun, apalagi pola tidur cepat tidur lambat bangun.
*d. Pola Ibadah*.
Seorang muslim yang baik dalam beribadah (ritual keislaman) selalu memperhatikan pola 4ah.
Yaitu; Ilmiah, mengikat Sunnah, Istiqomah, dan tuma'ninah. 
- ilmiah, ibadah harus dilakukan dengan mengikuti kaidah keilmuan yang terkait. Setidaknya ilmu aqidah, ilmu syari'ah dan ilmu akhlak tasawuf.
- mengikuti sunnah Rasulullah, dalam pengertian mengikuti contoh dan teladan praktek ibadah sang rasul. Setidaknya tidak menyalahi peraturan dan kebiasaan beliau.
- Istiqomah, agar berdampak akhlaki, dalam beribadah harus dilakukan dengan Istiqomah (consisten dan komitmen). 
- tuma'ninah, Atau tenang dan hening sejenak seraya menghayati makna kalimat dan isyarat perbuatan ibadah. Adalah sebuah syarat agar ibadah kita lebih terasa.
Karena ibadah dengan pola 4 Ah, tersebut ibadah akan diterima oleh Allah SWT dan berbekas dalam kepribadiannya, dan menjadikan pelakunya berakhlak mulia.
*e. Pola Bermasyarakat*
Seorang muslim yang baik pastilah anggota atau bagian dari masyarakat yang baik pula. Karena dia tidak hanya menjaga hubungan baik dengan Allah saja, tetapi juga hubungan dengan sesama manusia. Dan pola hubungannya dengan sesama manusia, khususnya di dalam bermasyarakat adalah;
Sopan, santun, eng ngarso sung tulodho, eng madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Menghormati yang lebih besar dan menyayangi yang lebih kecil. Menjaga tradisi lama yang masih baik, dan mengambil tradisi baru yang lebih relevan.
 *Sopan* adalah mengikuti aturan dan prosedur. *Santun* berarti pembawaan yang sederhana dan cenderung merendahkan diri. *Eng ngarso sung tulodho* artinya jika dirinya sebagai pemimpin utama atau tokoh selalu bisa menjadi contoh dan teladan bagi masyarakatnya.
*Eng madyo Mangun Karso* berarti kalau berperan sebagai seorang tokoh menengah, bisa menjadi inspirator dan motivator bagi semua pihak. *Tut Wuri Handayani* berarti, jika menjadi anggota masyarakat biasa, maka selalu taat dan mendukung kepada program pimpinan.
*3. Sikap Hidup*
Dalam menyikapi hidup dan kehidupan ini, seorang muslim yang baik memiliki pola yang jelas, yaitu; sasu, rokho, qotasrid dan dua tawa.
Sasu artinya sabar ketika menerima ketidak nyamanan, syukur ketika menerima kenyamanan dan kebaikan. Rokho artinya dalam menyikapi sesuatu yang belum pasti , maka selalu mengembangkan sikap Rojak (optimis), dan khouf (pesimis) secara proporsional (bijaksana).
Qotasrid adalah akronim atau singkatan dari qona'ah (menerima bagian diri dengan rela hati), Taslim (menyerah dan tunduk dengan rela hati), atas ketentuan Allah, dan Ridlo, artinya menerima dengan hati bangga atas segala bentuk apapun yang dari Allah SWT.
*4. Cara Hidup*.
Seorang muslim yang baik cara hidupnya, pasti mengikuti Sunnah (tradisi dan kebiasaan), sang teladan agung (Rasulullah Muhammad Saw), dan para guru mulia (pelanjut peran keguruan dan kepemimpinan Rasulullah) dengan baik dan bijaksana.
*C. Penutup*.
Empat hal penting itulah gambaran teoritis, kepribadian seorang muslim yang baik dan benar-benar merupakan cerminan dari agama Islam indah dan mempesona itu. Sehingga dia pantas disebut sebagai muslim (orang yang beragama Islam). Beragama dalam pengertian mengenakan ajaran Islam sebagai pakaian (ageman jw.) dalam kehidupannya sehari-hari. 
Semoga kita bisa menjadi seorang muslim yang sesungguhnya, sukses selalu, baik di dunia maupun di akhirat dan berkah untuk semua.


Kelutan, 8 Mei 2020.
Kharisudin Aqib
Read more…

SHOLAWAT ULUL ALBAB