.:: Metafisika Center ::.


Halaman Depan arrow Kajian Tasawuf
Sunday, 05 September 2010
METAFISIKA CENTER
Halaman Depan
Profil Metafisika Center
Buku Seri Metafisika
Kontak
Kuliah Online
Kajian Tasawuf
TAREKAT
Info Tarekat
Jasa Metafisika
Jasa Metafisika
PESANTREN TERPADU
Profil pesantren
Pesantren Mistiko Informatika
LAZIS YPP D U A
Profil Lazis YPP D U A
Info Lazis
Redaksi Lazis
Formulir Donatur
Kajian Tasawuf

Kitab Ar-Risalatul Qusyairiyah Fi Ilmit Tashawuf

Karya Abul Qasim Abdul Arim Hawazin Al-Qusyairi An-Naisaburi

 

Oleh Dar Al Khair

 

Tasawuf merupakan disiplin ilmu yang lebih banyak berbicara persolan-persoalan batin, kondisi-kondisi rohani, dan hal-hal lain yang bersifat esoteris. Pengalamn-pengalaman yang dibentuk melalui proses implentasi ajaran sufistik bersifat mistik dan hamper selalu mengarah kedalam, yang sangat pribadi, dan sulitdikomonikasikan kepada orang lain, sehingga selamanya hamper menjadi milik pribadi. Kenyataan ini dalam perkembanganya sering memunculkan tingkah laku aneh, eksentrik, dan terkadang terkesan keluar dari batasan ayari’i, yang oleh kaum sufi justru akn dipahami sebagai bentuk pencapaian suatu maqam (tingakatan pendakian rohani) sufi tertentu, sedangkan oleh ahlu zhawahir yang berpegang teguh pada ajaran standar (golongan syariat) akan dianggap sebagai perbuatan bid’ah, tidak bermakna, dan bahkan tidak jarang dikatakan sesat. Perbedaan ini kebanyakan disebabkan oleh perbedaan pemahaman dasar-dasar islam dan sudut pandang kajian pada giliranya juga melahirkan perbedaan pemakaian istilah dan ungkapan-unkapan- keilmuan dari masing-masing kelompok.

Karena kecenderungan mereka dalam mengukapkan dunianya yng telah mengarah kepada hal-hal mistis, maka pesan-pesan Al-Qur’an dan hadits oleh mereka tidak dipahami dari sudut makna lahiriah tektualnya, tetapi dari sisi tafsir hal ini dan dan diungkapkan dari kata-kata kiasan dan pelambang seperti sakr, syarb, fana, baqa’, dan masih banyak lainnya. Sehingga, pada gilirannya mengalami benturan pemahaman yang tidak jarang melahirkan clash sosial dan politik dengan kelompok syar’i yng memang lebih banyak menekankan pemahaman keagamaan dari aspek bentuk makna lahiriah tekstual nash.

Barangkali faktor inilah yang melatarbelakangi imam AL-Qusyairi menyusun sebuah buku, yang akhirnya dinamakan “Ar-Risalatul Qusyairiah”, dengan tujuan meluruskan pemahaman keagamaan Islam tentang konsep-konsep tasawuf, akidah tasawuf, pengalaman-pengalaman mistis, terminal-terminal spiritual Islam, dan kaitanya dengan- konsep tauhid dan syariat.

Al-Imam berusaha membongkar dan menata kembali kekeliruan-kekelruan ini untuk dikembalikan kepada posisinya semula, sebagaimana yang pernah diajarkan para sahabat dan dan ulama’ salf. Untuk mencapai tujuan yang mulia ini, Al-Imam membagi bukunya, setelah disistematikan oleh dua penyunting naskah alinya, dalam 5 bab. Dalam bab pertama, Al-Imam memaparkan prinsip-prinsip tauhid dalam pandangan kaium sufi, kemudian disusul bab berukutnya yang mengetahkan beberapa terminologi tasawuf. Khusus dalam bab tiga, Al-Imam menjelasakan panjang lebar berikut dasar-dasar nashnya tentang tahapan-tahapan  pendakian spiritual atau maqam-maqam para penempuh jalan sufi. Menurut Al-Imam, untuk mencapai kehadirat Allah dan bertemu denga-Nya ada beberapa tahapan spiritual yang harus dilalui para salik. Setiap tahapan harus dirampungkan secara sempurna sebelum memasuki tahapan berikutnya. Sedangakan pada bab empat dan lima, masing-masing menyikapkan beberapa kondisi rohani dan karamah (hal dan karamah) dan para tokoh sufi berikut biografi yang singkat.

Adapun diantaranya makna penting dri buku ini adalah kejelasan pemaparan kosep-konsep sufinya. Hampir setiap poin disajikan secara lengkap dan utuh. Kita tahu bahwa banyak manusia yang cenderung memperdalam ajaran sufi, tetapi mereka terganggu oleh kesulitan-kesulitan dalam memahami konsep-konsep sufi dan istilah-istilah yang berkaitan dengan. Insya Allah buku ini bisa menjembati jarak yang dimaksud. Gagasan dan dasar-dasar pemikiran tasawuf Al-Qusyairi disajikan dengan gampang dan penuh pesona.

Mengapa pemikiran tentang pengalan mistis dan konsep tasawuf Al-Qusyairi penuh pesona? Barang kali terdapat tiga sebab utama. Pertama, beliau dalam membahas sesuatu sangat hati-hati. Wilayah bahasan pemikiran keagamaan dan sufisme dimasuki secara mendasar kemudian ditampilkan dalam rumusan pemikiran yang komprehensip. Kedua, berkaian dengan karakteristik bahasa sufisme. Bahasa adalh fenomena budaya, dan ketika digunakan untuk mengekpresikan kebenaran realitas Al-haqq, dan ketika digunakan untuk mengekpresikan kebenaran realitas Al-Haqq, wujud absolute yang ditangkap para perambah jalan sufi, maka wujud yang absolut itu tidak mungkin diharapkansecara utuh, dan persis dengan nalar batin pemiliknya. Masih banyak kebenaran tentang Al-Haqq yang tesimpan dalam batin para sufi, sehingga bagaimanapun sempurnanya suatu buku (aktualisasi pengalaman mistis pengarang) tidak akan sampai mengangkat kebenaran realitas Al-Haqq secara utuh dan tuntas. Meski demikian, paling tidak buku ini telah menampilkan muatan pengalaman mitis Al-Imam secara makasimal yang insya Allah, meski tidak mungkin tuntas karena keterbatasan bahasa, mendekati kebenaran yang dimaksud. Ketiga figur dan tradisi tasawuf Al-Qusyairi cukup populer di lingkungan masayarakat sunni, dan bahkan buku-bukunya banyak yang dijadikan rujukan para sufi, seperti Zakaria bin Muhammad, dan lain-lainnya.

Terlepas, apakah seseorang bersimpati atau terhadap dunia sufistik, yng jelas buku ini Al-Qusyairi “Berhasil” merumuskan konsep-konsep dan dasar-dasar pemikiran tasawuf. Pembaca, insya Allah akan banyak menemukan gambaran pemahaman sufi dalam menangkap kehidupan. Jika masih ditemukan bayak kesulitan dan kekaburan, tetunya kesalahanya tidak bisa ditampakan pada disiplin keilmuan tasawuf itu sendiri atau Ar-Risalatul Qusyairiyah, tetapi pada kekurangan penyadur yang belum secara optimal mentrensfer gagasan-gagasan kaum sufi dalam karya-karya. Kaqmi menyadari betul atas kekuraangan ini dan semoga Allah menutupi dan membetulkan serta memaafkan kita.

 

Edisi Kitab Risalah Qusyairiyah

 

  1. Terbitan As-Khudaiwiyah, Buloq, Mesir, tahun 1284H/1867M jumlah halaman 242 lembar, ukuran kertas per lembar 26x19 cm.
  2. Terbitan Buloq, Mesir, tahun 1287H/1870M dengan halaman 219.
  3. Terbitan Abdurrazaq, Mesir, tahun 1304H/1886M. Jumlah halaman 244 dengan ukuran kertas per lembar 24x16,5cm.
  4. Terbitan Al-Maimuniyah, Mesir tahun 1350H/1911M. Dengan halaman 186 lembar.
  5. Terbitan At-Taqaddum Al-Ilmiyah, Mesir tahun 1346H/1927M. Dengan halaman 186 lembar, per lembar berukuran 29x30cm; memiliki lampiran catatan pinggir yang ditulis Zakaria Al-Zakaria Al-Anshari.
  6. Diterbitkan di Mesir (nama penerbit tidak diketahui) tahun 1385H/1938M. Dengan halaman 220 lembar.
  7. Diterbitkan di Damaskus dalam satu jilid dengan 2 juz; jumlah halaman418 lembar dengan ukuran kertas per lembar 29cm; tahun penerbitan tidak ada.
  8. Terbitan Beirut, publikadasi Darul Kitab Al-Arabi, tahun 1367H/1947M. Jumlah halaman 190, ukuran kertas perhalan 19x27cm; memiliki lampiran catatan pinggir yng disusun Zakaria Al-Anshari.
  9. Terbitan Pustaka Muhammad Ali Shahib, Kairo tahun 1377H/1972M; Jumlah halaman 190; ukuran per lembar 29x27cm; juga diberi catatan pinggir ulasan Zakaria Al-Anshari.
  10. Terbitan Pustaka Muhammad Ali shahib, Kairo tahun 1392H/1972M; Jumlah halaman 328; dengan ukuran kertas per lembar 17x24cm; di tambah catatan pnggir ulasan Zakaria Al-Ashari.

 

Penerjemah

 

Risalah Qusyairiyah telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, diantaranya ke dalam bahasa Perancis yng diterjemahkan dan diterbitkan di Roma tahun 1329H/1911M.

 

Penutup

 

Risalah Qusyairiyah merupakan sebuah kitab tunggal yang pengarangnya mengarahkan pada sasaran khusus. Ulasan dengan penggambaran yang sempurna tentang tasawuf dan kaum sufistik yng oleh penulisanya dikerjakan dari semenjak kemunculannya di pertengahan abad ke dua hiriyah hingga masa kehidupan sang pengarang, yng memeng merupakan satu kajian yng ditujukan untuk membantu kita. Keabsahan nil;ai sejarah keilmuan buku ini oleh beberapa ulama’ tidak bisa disejajarkan dengan kitab-kitab lain dalam tema yang sama. Karena itu, dalam bidang tasawuf kita Risalatul Qusyairiah menduduki tingkat keabsahan keilmuan yang bisa dipertanggungkan jawaban dan kebenaran.

 

  

 

 

Design by Metafisika center team.org | Powered by Metafisika-center.org |