.:: Metafisika Center ::.


Halaman Depan arrow Pesantren Mistiko Informatika
Sunday, 05 September 2010
METAFISIKA CENTER
Halaman Depan
Profil Metafisika Center
Buku Seri Metafisika
Kontak
Kuliah Online
Kajian Tasawuf
TAREKAT
Info Tarekat
Jasa Metafisika
Jasa Metafisika
PESANTREN TERPADU
Profil pesantren
Pesantren Mistiko Informatika
LAZIS YPP D U A
Profil Lazis YPP D U A
Info Lazis
Redaksi Lazis
Formulir Donatur
Pesantren Mistiko Informatika
 

Pesantren Mistiko Informatika

Pilot Projek

Pesantren Terpadu Daru Ulil Albab

 

 

Menggagas Pesantren Masa Depan.

Kharisudin Aqib.[1]

 

Bab I

Pendahuluan

 

Bangsa Eropa semenjak awal abad XVI M, telah memperkenalkan budaya barat kepada umat Islam Indonesia. Bangsa Eropa (Bangsa Portugis, Inggris, dan Belanda), di mata masyarakat Islam  pada saat itu adalah lambang kekafiran dan sosok figur penjajah yang sangat berbahaya bagi peradaban islam. Berangkat dari cara pandang tersebut, maka semenjak awal kedatangannya telah terjadi perlawanan dari umat Islam. Berbagai peperangan terjadi antara penjajah eropa dengan raja-raja Islam di berbagai wilayah di Indonesia.

 

Sikap antipati dan menutup diri dari semua yang berbau Barat di terima oleh kebanyakan umat Islam Indonesia sebagai suatu pewarisan nilai-nilai perjuangannya. Hal ini terutama dipegangi oleh kaum tradisional, yang membedakan diri dan menyelamatkan tradisi yang dimilikinya sebagai suatu yang harus di murnikan dari adanya pengaruh budaya kaum penjajah. Tanpa terlebih dahulu melihat kemungkinan adanya unsur-unsur kebaikan yang dapat dijadikan masukan dan pelajaran bagi kemajuan tradisi dan budaya masyarakatnya.

 

Pesantren selain sebagai lembaga pendidikan umat Islam yang tertua, sekaligus berfungsi sebagai cagar masyarakat bagi tradisi umat Islam Indonesia, khususnya di pulau Jawa dan Madura. Begitu kukuhnya ia mempertahankan diri  atas citra dirinya. sehingga sementara pengamat menganggap bahwa,  pesantren adalah symbol keterbelakangan dan kejumudan dan ia tidak ubahnya seperti lembaga sosial dan perkampungan suku Indian di Amerika, atau suku Aborigin di Australia. .[2]

 

Walaupun demikian sebenarnya di dunia pesantren terus menerus terjadi pembaharuan yang cukup signifikan dan pada sebagian kasus sangat progressif. Tetapi karena sebagian besar pesantren memegangi prinsip ‘al-muhafadlotu ‘alal qadiimis sholih wal akhdzu bil jadiidil aslah”. (menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik), dan realitasnya lebih  condong pada mempertahankan tradisi lamanya, maka kesan dan pandangan pihak luar tetap memberi merk pesantren adalah lembaga pendidikan yang terbelakang. 

 

Makalah sederhana ini akan menguraikan tentang gagasan pembaharuan pesantren, sebuah pesantren masa depan, pesantren mistiko informatika, pesantren terpadu berbasis tasawuf dan informatika, pilot projek; Pesantren Terpadu, DARU ULIL ALBAB, Nganjuk-Jawa Timur-Indonesia..

Bab I.

Profil Pesantren Terpadu Daru Ulil Albab

 

A.     Eksistensi

Pesantren terpadu Daru Ulil Albab, adalah pesantren berbasis tasawuf (metafisika islam), dan informatika. Pesantren yang didirikan oleh seorang kiyahi muda yang doktor, seorang desiner lembaga pendidikan yang berusaha untuk membuat modifikasi pendidikan islam yang integral dan futuristik. Pesantren ini dirintis mulai tahun 2000, didirikan pendidikan formal di dalamnya tahun 2004.  

 

Pendidikan di pesantren ini berbentuk integral dan berjenjang. Integral dalam arti penggabungan antara model pendidikan formal, informal dan nonformal dalam satu menejemen. Dan berjenjang dalam arti setiap santri harus berada dalam suatu jenjang pendidikan  yang sesuai dengan tingkatan akademik formalnya. Yaitu; MI, SMP Islam, SMK Islam dan Ma’had ‘Aliy (pesantren tinggi), dalam spesialisasi tasawuf. 

 

Kurikulum yang diterapkan dalam pembinaan santri adalah berbentuk modifikasi antara kurikulum Diknas (untuk pendidikan Formal), Depag. (untuk pendidikan nonformal dan madrasah diniyah) dan kurikulum khas ulul albab, yaitu kurikulum berbasis tasawuf dan informatika.

 

Setiap santri berada di bawah asuhan pembina (musyrif). Dan seorang musyrif hanya membina santri maksimal tujuh  orang. Dalam pelaksanaan dan pembinaan serta pengawasan santri secara umum dilakukan oleh murobbi. Sehingga musyrif bertindak sebagai wakil pengasuh (murobbi).

 

 Dalam pembinaan integral kepribadian santri, santri harus mengikuti pengembangan kognesi yang berupa  pendidikan pola tutorial dan klasikal, serta diskusi kelompok. Sedangkan untuk pengembangan afeksi santri harus mengikuti kegiatan dzikir, mujahadah dan tartil al-qur’an. Adapun untuk pengembangan psikomotorik santri harus mengikuti praktek ibadah, praktek ketrampilan profesi dan penugasan-penugasan oleh musyrif secara disiplin.

 

Pengasuh (murobbi) adalah DR.KH.Kharisudin Aqib, M.Ag,  beserta dewan asatidz dan beberapa orang musyrif (pembina) dan musyrifah (pembina putri) yang secara penuh menyertai aktifitas keseharian santri dan tinggal bersama dalam satu pesantren.

 

 

B.           Visi dan Misi.

-Visi : Menjadi pesantren berbasis tasawuf dan informatika model di Indonesia.

-Misi : Menghantarkan santri menjadi generasi bangsa yg mampu mewarisi dunia

            dan akhirat secara seimbang, berakhlak sufi dan bertehnologi informasi.

 

Tujuan

Terbentuknya pribadi-pribadi muslim yg ;

- memiliki tanggung jawab yang besar dalam meninggikan kalimat Allah dan

   meratakan rahmat-Nya ke seluruh alam,

- bertaqwa kepada Allah dan  berakhlak mulia,

- cerdas dan berketrampilan hidup yg mandiri.

 

 

 

 

C.           Data Kelembagaan.

 

Status Lembaga

Lembaga yang menaungi pesantren ini adalah Yayasan yang didirikan pada tanggal 8-Agustus 2005, dengan Akta Notaris: Slamet SH, nomor;04/08/2005.

Pesantren ini telah didaftar oleh  Departemen Agama dengan nomor statistik:

Nomor Statistik Pesantren: 512. 351 808 003.

 

Dewan pengasuh yang terdiri dari para sarjana  (S1, S2, S3) dari berbagai disiplin yang sekaligus alumni dari berbagai pesantren, serta para ustadz alumni pesantren salaf. 

Lembaga Pendidikan Formal : MI (Thoriqul Huda), SMP Islam Ulul Albab, SMK Islam Ulul Albab.

Lembaga Pendidikan Non Formal: Madrasah diniyah (Madin) Ulul Albab, Ma’had ‘Aliy (pesantren tinggi), Kursus Tehnisi Komputer.

Laboraturium: Komputer, IPA, Pertanian, dan multimedia informatika, sert lab.bahasa.

Gedung, asrama dan lapangan olah raga (semua) milik sendiri.

Letak pesantren jauh dari keramaian kota yang cocok bagi anak yang serius mencari ilmu.

 

 

D.    Program Tahun 2020.

Mendirikan pesantren alam islami, tingkat usia dini dan tingkat dasar, dengan fasilitas unggulan, water play area, area panahan, area berkuda, dalam rangka melaksanakan anjuran Rasulullah saw, dalam pembinaan kecerdasan kinestetik santri.

 

 

 

 

 

Bab II.

Kurikulum Berbasis Tasawuf dan Informatika

(KBTI)

 

Kompetensi Umum

Semua siswa-santri memiliki pola pikir, sikap mental dan perilaku yang sesuai dengan ajaran tasawuf akhlaki, serta memiliki life skill tehnologi informatika.

 

Kompetensi Dasar:

Tahun  I:  Terbiasa melaksanakan ajaran Islam dengan baik (pelaksanaan dan penghayatan) yang meliputi;

-         Berdo’a di setiap aktifitas.

-         Thoharah / Bersuci

-         Fasih membaca al-qur’an.

-         Jama’ah sholat lima waktu.

-         Jama’ah Sholat Dhuha

-         Mengunjungi orang Sakit

-         Mengenal dan aplikasi program komputer.

-         Mengenal dan aplikasi Al-Qur’an digital.

 

No

Materi

Tujuan Pokok

Pokok bahasan

 

 

1

 

 

 

2

 

 

3

 

 

4

 

 

 

5

 

 

6

 

 

7

 

 

8

 

 

 

9

 

 

 

10

 

 

 

Tartil al-qur’an

 

 

Tajwid

 

 

 

Al-Hadits (1)

 

 

 Aqidah (1)

 

 

 Bahasa Arab (1)

 

 

Syari’ah

(1)

 

Tarikh (1)

 

 

Praktek

ibadah

 

 

TIK 1

 

 

 

Al-qur’an digital

 

 

 

 

 

 membaca dg baik dan benar juz 1-10.

 

 

 Membaca al-qur’an sesuai dengan kaidah Tajwid

 

 

Memiliki Akhlaqul Karimah sesuai dengan tuntunan Rasulullah.

 

Faham akan dasar-dasar keimanan

 

Dapat berbicara dan menulis Bahasa Arab

 

 

Dapat menjalankan ibadah mahdlah dengan baik

 

 

Memberikan keteladanan pada para santri

 

 Dapat menjalankan ibadah (bersuci, sholat, dan khotbah).  

 

 

Dapat mengaplikasikan

Komputer.


 

Dapat mengaplikasikan  program  al-qur’an digital

 

 

 

-Praktek membaca dan menerapkan ilmu tajwid.

 

 

-Macam-macam jenis bacaan

-Makharijul khuruf

 

 

-40 Hadits-hadits Akhlaq

 

 

-50 keyakinan dasar

 

 

 Percakapan keseharian

-Imlak (dictition)

- nahwu dan shorf

 -Dapat melaksanakan ibadah mahdloh dengan baik dan benar.

 

 

-perjalanan kehidupan Nabi Muhammad.

 

- Berdo’a di setiap aktifitas.

-Thoharah / Bersuci

praktek sholat dhuha, jama’ah dhuhur,ziarohorangsakit/meninggal.

 

Pengenalan hardware/shof ware

Aplikasi program word

 

 

Aplikasi.

pengenalan program

 

 

 

 

 

 

Tahun  II

Selain terbiasa melaksanakan ajaran islam, dengan akhlak sufi, dengan penguasaan TIK (sebagaimana kompetensi untuk prorgam tahun pertama), juga  mampu memimpin  acara-acara keagamaan, seperti:

-         Adzan / Iqomah

-         Membaca Al-qur’an dengan tartil dan fashih.

-         Menjadi Imam sholat dhuha dan maktubah

-         Menjadi Imam Tahlil dan istighatsah.

-         Menguasai program word arab

-         Istiqomah Puasa senen Kamis.

-         Istiqomah Sholat Tahajud

 

No

Materi

Tujuan Pokok

Pokok Bahasan

1

 

 

2

 

 

 

3

 

 

 

4

 

 

 

 

7

 

 

8

 

 

9  

 

 

10

 

11

 

 

12

Tartilul Qur’an

 

 

Tahfidh

 

 

 

Nahwu-sorf

 

 

 

Akhlaq

 

 

 

 

Praktik Ibadah

 

 

Bahasa Arab

 

 

Syari’ah (2)

 

 

Al-Hadits (2)

 

Tafsir ahkam

 

 

Pendalaman software

Memeprbaiki dan mewaridkan bacaan al-qur’an.

 

Memberi bekal hafalan surat-surat yang sering digunakan dalam ritual social keagamaan.

 

 

Menghafal dan memahami qaidah nahwu shorf.

 

 

Memberikan bekal etika sebg pencari ilmu agar mendapatkan ilmu yg banyak dan barokah

 

 

 

Trampil melaksanakan ibadah ritual.

 

Dapat membaca dan trampil dalam  membaca kitab kuning.

 

 

Dapat  melaksanakan mu’amalah syar’i.

 

Menghafal 40 hadis hokum

 

Menghayati penafsiran ayat-ayat hokum kasus kontemporer.

 

 

Penguasaan sofeware aplikatif

Praktik membaca baik dan benar sesai dg ilmu tajwid.ayat 11-20.

 

23 Surat pendek

7 Surat aplikatif.

 

 

 

Istilah nahwiyah

 Qa’idah  I’rob

 

 

Kode etik pencari ilmu.

 

 

 

 Praktek jadi muadzin, imam sholat, imam tahlil dan istighotsah.

 

 Praktek membaca kitab taqrib/ta’lim.

 

 

 

Jual beli, pinjam meminjam dan administrasi dan perbankan.

 

Hukum thoharoh, ath’imah dan ibadah

 

Hukum, ath’imah dan ibadah.

 

 

 

 

 

 

Tahun  III

Selain terbiasa dan mampu, juga semangat mengamalkan dan mendakwahkan ajaran dan akhlak Islami.

-         Dapat melakukan khutbah jum’at

-         Menjadi bilal Jum’at / Sholat Id

-         Pidato dan membawakan Acara

-         Mengajar atau membimbing.

 

 

No

Materi

Tujuan pokok

Pokok bahasan

 

1

 

 

 

 

2

 

 

 

3

 

 

4

 

 

5

 

 

 

6

 

 

7

 

 

8

 

 

9

 

 

 

 

Tartil qur’an.

 

 

 

 

Nahwu-sorf

 

 

 

Akhlaq

 

 

Praktik Ibadah

 

 

Bahasa Arab (3).

 

 

 

Syari’ah (3)

 

 

Al-Hadits (3)

 

 

Tafsir

 

 

IT.

 

 

 

Dapat membaca dg baik dan benar juz  20-30

 

 

 

Santri faham akan gramar dan dapat membaca kitab gundul

 

 

 

 

Memberikan keteladanan santri

 

 

Dapat memimpin peribadatan dengan baik dan benar

 

 

Dapat membaca tulisan arab gundul.

 

 

Menguasai konsep syri’at politik.

 

 

Menguasai hadis-hadis hikmah.

 

 

Penguasaan aplikasi pemahaman alqur’an.

 

 

Penguasaan internet dan jaringan.

 

 

Praktik membaca baik dan benar sesai dg ilmu tajwid.

 

 

 

- Istilah-istilah Nahwu dan Shorof

-  Pengenalan kaidah I’rob

- Praktik membaca.

 

Kode Etik Kehidupan Seorang Muslim.

 

 

Belajar khutbah/ceramah.

Memimpin acara-acara ritual.

 

Praktek membaca dan menerjemahkan kitab.

 

 

Kepemimpinan islam.

Pemerintahan islami.

 

Kehidupan ekonomi

Kehidupan keluarga

Kehidupan social.

 Tahlili / kronologis.

 

 

 

Website, blog dan jaringan.

 

 

 Tahun ke IV;

Belajar menjadi pengurus kegiatan-kegiatan dan pengurus pesantren. Walaupun belum menjadi pengurus inti.

 

MM:

  1.  Photosof dan video editing
  2. Flash dan animasi Tahun ke lim
  3. 3D max. Tahun ke enam

 

TKJ:

  1. Reparasi Komputer dan pengabelan jaringan. Th IV.
  2. Line jaringan Th V
  3. Router. Th VI.

 

 

 

 

 

b. SILABI

 

1.      Materi Al-Qur’an meliputi kitab- kitab sebagai berikut:

a.        Al-qur’an dan Terjemahnya

 

2.      Materi Tajwid meliputi kitab-kitab sebagai berikut:

a.        Ilmu Tajwid

b.       Jazariyah

 

3.      Akhlak

a.        Al-Akhlak lil banin/banat.

b.       Al Adab.

c.        Ta’limul Muta’llim,

d.       Kifayatul atqiya’

e.        Kimiya’s sa’adah.

 

4.      Materi Hadits meliputi kitab-kitab sebagai berikut:

a.        Hadits Arba’in

 

5.      Materi Aqidah meliputi kitab-kitab sebagai berikut:

a.        ‘Aqidatul Awam

 

6.      Materi Bahasa Arab meliputi kitab-kitab sebagai berikut:

a.        Al-Fath

b.       Al-Jurumiyah

c.        Nadhom Imrithi

d.       Amtsilaut Tashrifiyah

 

7.      Materi Fiqih meliputi kitab-kitab sebagai mberikut:

a.        Sulamut taufiq

b.       Safinatun Naja

 

8.      Materi Tarikh meliputi kitab-kitab sebagai berikut:

a.        Nurul Yaqin

b.       Sirotun nabi

 

9.      Materi Extra Kurikuler meliputi kitab-kitab sebagai berikut:

a.        Pelajaran Tehnik Informatika

b.       Pelajaran tehnologi Pertanian

c.        Pelajaran Praktik Ibadah

 

Catatan: Yang dicetak tebal adalah materi wajib madin versi depag TINGKAT ULA.

 

Materi Pembinaan Kepribadian.

 

  1. Takdib/ pembiasaan
  1. Jama’ah sholat fardlu s/d aurod selesai.
  2. Puasa senen kamis
  3. Setiap pagi Jama’ah sholat dhuha
  4. Infaq Jum’at.
  5. Bersih-bersih ba’da shubuh.
  6. Mudarasah al-qur’an ba’da maghrib.
  7. Olahraga ba’da madin, sore hari.

 

 

  1. Ta’lim / pengajaran
  1. Sekolah formal jam 6.45-12.45.
  2. Pengajian kitab ba’da shubuh,dan isya’.
  3. Madin ba’da ashar.

 

  1. Irsyad / bimbingan
  1. Bimbingan profesi
  2. Bimbingan rohaniyah
  3. Bimbingan konselling.
  4. Bimbingan bakat minat (olah raga dan seni).

 



[1] Pendiri Yayasan Pondok Pesantren Daru Ulil Albab Nganjuk-Jawa Timur-Indonesia.

[2] M. Dawam Rahandjo, Dunia pesantren “ Pesantren dan Pembaharuan, dalam M. Dawam Rahardjo ( Ed.), pesantren dan pembaharuan,jakarta: LP3ES, 1974, hlm. 1 .dalam percakapan sehari-hari istilah pondok sampai sekarang ini masih tetap lebih populer, .hanya dalam bahasa tertulis memang sekarang ini lebih biasa di sebut pondok pesantren.

 

Design by Metafisika center team.org | Powered by Metafisika-center.org |