|
Pesantren Mistiko InformatikaPilot ProjekPesantren Terpadu Daru Ulil Albab Menggagas Pesantren Masa Depan. Kharisudin Aqib.[1] Bab I Pendahuluan Bangsa Eropa semenjak awal abad XVI M, telah memperkenalkan budaya barat kepada umat Islam Indonesia. Bangsa Eropa (Bangsa Portugis, Inggris, dan Belanda), di mata masyarakat Islam pada saat itu adalah lambang kekafiran dan sosok figur penjajah yang sangat berbahaya bagi peradaban islam. Berangkat dari cara pandang tersebut, maka semenjak awal kedatangannya telah terjadi perlawanan dari umat Islam. Berbagai peperangan terjadi antara penjajah eropa dengan raja-raja Islam di berbagai wilayah di Indonesia. Sikap antipati dan menutup diri dari semua yang berbau Barat di terima oleh kebanyakan umat Islam Indonesia sebagai suatu pewarisan nilai-nilai perjuangannya. Hal ini terutama dipegangi oleh kaum tradisional, yang membedakan diri dan menyelamatkan tradisi yang dimilikinya sebagai suatu yang harus di murnikan dari adanya pengaruh budaya kaum penjajah. Tanpa terlebih dahulu melihat kemungkinan adanya unsur-unsur kebaikan yang dapat dijadikan masukan dan pelajaran bagi kemajuan tradisi dan budaya masyarakatnya. Pesantren selain sebagai lembaga pendidikan umat Islam yang tertua, sekaligus berfungsi sebagai cagar masyarakat bagi tradisi umat Islam Indonesia, khususnya di pulau Jawa dan Madura. Begitu kukuhnya ia mempertahankan diri atas citra dirinya. sehingga sementara pengamat menganggap bahwa, pesantren adalah symbol keterbelakangan dan kejumudan dan ia tidak ubahnya seperti lembaga sosial dan perkampungan suku Indian di Amerika, atau suku Aborigin di Australia. .[2] Walaupun demikian sebenarnya di dunia pesantren terus menerus terjadi pembaharuan yang cukup signifikan dan pada sebagian kasus sangat progressif. Tetapi karena sebagian besar pesantren memegangi prinsip ‘al-muhafadlotu ‘alal qadiimis sholih wal akhdzu bil jadiidil aslah”. (menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik), dan realitasnya lebih condong pada mempertahankan tradisi lamanya, maka kesan dan pandangan pihak luar tetap memberi merk pesantren adalah lembaga pendidikan yang terbelakang. Makalah sederhana ini akan menguraikan tentang gagasan pembaharuan pesantren, sebuah pesantren masa depan, pesantren mistiko informatika, pesantren terpadu berbasis tasawuf dan informatika, pilot projek; Pesantren Terpadu, DARU ULIL ALBAB, Nganjuk-Jawa Timur-Indonesia.. Bab I. Profil Pesantren Terpadu Daru Ulil Albab A. Eksistensi Pesantren terpadu Daru Ulil Albab, adalah pesantren berbasis tasawuf (metafisika islam), dan informatika. Pesantren yang didirikan oleh seorang kiyahi muda yang doktor, seorang desiner lembaga pendidikan yang berusaha untuk membuat modifikasi pendidikan islam yang integral dan futuristik. Pesantren ini dirintis mulai tahun 2000, didirikan pendidikan formal di dalamnya tahun 2004. Pendidikan di pesantren ini berbentuk integral dan berjenjang. Integral dalam arti penggabungan antara model pendidikan formal, informal dan nonformal dalam satu menejemen. Dan berjenjang dalam arti setiap santri harus berada dalam suatu jenjang pendidikan yang sesuai dengan tingkatan akademik formalnya. Yaitu; MI, SMP Islam, SMK Islam dan Ma’had ‘Aliy (pesantren tinggi), dalam spesialisasi tasawuf. Kurikulum yang diterapkan dalam pembinaan santri adalah berbentuk modifikasi antara kurikulum Diknas (untuk pendidikan Formal), Depag. (untuk pendidikan nonformal dan madrasah diniyah) dan kurikulum khas ulul albab, yaitu kurikulum berbasis tasawuf dan informatika. Setiap santri berada di bawah asuhan pembina (musyrif). Dan seorang musyrif hanya membina santri maksimal tujuh orang. Dalam pelaksanaan dan pembinaan serta pengawasan santri secara umum dilakukan oleh murobbi. Sehingga musyrif bertindak sebagai wakil pengasuh (murobbi). Dalam pembinaan integral kepribadian santri, santri harus mengikuti pengembangan kognesi yang berupa pendidikan pola tutorial dan klasikal, serta diskusi kelompok. Sedangkan untuk pengembangan afeksi santri harus mengikuti kegiatan dzikir, mujahadah dan tartil al-qur’an. Adapun untuk pengembangan psikomotorik santri harus mengikuti praktek ibadah, praktek ketrampilan profesi dan penugasan-penugasan oleh musyrif secara disiplin. Pengasuh (murobbi) adalah DR.KH.Kharisudin Aqib, M.Ag, beserta dewan asatidz dan beberapa orang musyrif (pembina) dan musyrifah (pembina putri) yang secara penuh menyertai aktifitas keseharian santri dan tinggal bersama dalam satu pesantren. B. Visi dan Misi. -Visi : Menjadi pesantren berbasis tasawuf dan informatika model di Indonesia. -Misi : Menghantarkan santri menjadi generasi bangsa yg mampu mewarisi dunia dan akhirat secara seimbang, berakhlak sufi dan bertehnologi informasi. Tujuan Terbentuknya pribadi-pribadi muslim yg ; - memiliki tanggung jawab yang besar dalam meninggikan kalimat Allah dan meratakan rahmat-Nya ke seluruh alam, - bertaqwa kepada Allah dan berakhlak mulia, - cerdas dan berketrampilan hidup yg mandiri. C. Data Kelembagaan. Status Lembaga Lembaga yang menaungi pesantren ini adalah Yayasan yang didirikan pada tanggal 8-Agustus 2005, dengan Akta Notaris: Slamet SH, nomor;04/08/2005. Pesantren ini telah didaftar oleh Departemen Agama dengan nomor statistik: Nomor Statistik Pesantren: 512. 351 808 003. Dewan pengasuh yang terdiri dari para sarjana (S1, S2, S3) dari berbagai disiplin yang sekaligus alumni dari berbagai pesantren, serta para ustadz alumni pesantren salaf. Lembaga Pendidikan Formal : MI (Thoriqul Huda), SMP Islam Ulul Albab, SMK Islam Ulul Albab. Lembaga Pendidikan Non Formal: Madrasah diniyah (Madin) Ulul Albab, Ma’had ‘Aliy (pesantren tinggi), Kursus Tehnisi Komputer. Laboraturium: Komputer, IPA, Pertanian, dan multimedia informatika, sert lab.bahasa. Gedung, asrama dan lapangan olah raga (semua) milik sendiri. Letak pesantren jauh dari keramaian kota yang cocok bagi anak yang serius mencari ilmu. D. Program Tahun 2020. Mendirikan pesantren alam islami, tingkat usia dini dan tingkat dasar, dengan fasilitas unggulan, water play area, area panahan, area berkuda, dalam rangka melaksanakan anjuran Rasulullah saw, dalam pembinaan kecerdasan kinestetik santri. Bab II. Kurikulum Berbasis Tasawuf dan Informatika (KBTI) Kompetensi Umum Semua siswa-santri memiliki pola pikir, sikap mental dan perilaku yang sesuai dengan ajaran tasawuf akhlaki, serta memiliki life skill tehnologi informatika. Kompetensi Dasar: Tahun I: Terbiasa melaksanakan ajaran Islam dengan baik (pelaksanaan dan penghayatan) yang meliputi; - Berdo’a di setiap aktifitas. - Thoharah / Bersuci - Fasih membaca al-qur’an. - Jama’ah sholat lima waktu. - Jama’ah Sholat Dhuha - Mengunjungi orang Sakit - Mengenal dan aplikasi program komputer. - Mengenal dan aplikasi Al-Qur’an digital. | No | Materi | Tujuan Pokok | Pokok bahasan | 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 | Tartil al-qur’an Tajwid Al-Hadits (1) Aqidah (1) Bahasa Arab (1) Syari’ah (1) Tarikh (1) Praktek ibadah TIK 1 Al-qur’an digital | membaca dg baik dan benar juz 1-10. Membaca al-qur’an sesuai dengan kaidah Tajwid Memiliki Akhlaqul Karimah sesuai dengan tuntunan Rasulullah. Faham akan dasar-dasar keimanan Dapat berbicara dan menulis Bahasa Arab Dapat menjalankan ibadah mahdlah dengan baik Memberikan keteladanan pada para santri Dapat menjalankan ibadah (bersuci, sholat, dan khotbah). Dapat mengaplikasikan Komputer.
Dapat mengaplikasikan program al-qur’an digital | -Praktek membaca dan menerapkan ilmu tajwid. -Macam-macam jenis bacaan -Makharijul khuruf -40 Hadits-hadits Akhlaq -50 keyakinan dasar Percakapan keseharian -Imlak (dictition) - nahwu dan shorf -Dapat melaksanakan ibadah mahdloh dengan baik dan benar. -perjalanan kehidupan Nabi Muhammad. - Berdo’a di setiap aktifitas. -Thoharah / Bersuci praktek sholat dhuha, jama’ah dhuhur,ziarohorangsakit/meninggal. Pengenalan hardware/shof ware Aplikasi program word Aplikasi. pengenalan program | Tahun II Selain terbiasa melaksanakan ajaran islam, dengan akhlak sufi, dengan penguasaan TIK (sebagaimana kompetensi untuk prorgam tahun pertama), juga mampu memimpin acara-acara keagamaan, seperti: - Adzan / Iqomah - Membaca Al-qur’an dengan tartil dan fashih. - Menjadi Imam sholat dhuha dan maktubah - Menjadi Imam Tahlil dan istighatsah. - Menguasai program word arab - Istiqomah Puasa senen Kamis. - Istiqomah Sholat Tahajud | No | Materi | Tujuan Pokok | Pokok Bahasan | | 1 2 3 4 7 8 9 10 11 12 | Tartilul Qur’an Tahfidh Nahwu-sorf Akhlaq Praktik Ibadah Bahasa Arab Syari’ah (2) Al-Hadits (2) Tafsir ahkam Pendalaman software | Memeprbaiki dan mewaridkan bacaan al-qur’an. Memberi bekal hafalan surat-surat yang sering digunakan dalam ritual social keagamaan. Menghafal dan memahami qaidah nahwu shorf. Memberikan bekal etika sebg pencari ilmu agar mendapatkan ilmu yg banyak dan barokah Trampil melaksanakan ibadah ritual. Dapat membaca dan trampil dalam membaca kitab kuning. Dapat melaksanakan mu’amalah syar’i. Menghafal 40 hadis hokum Menghayati penafsiran ayat-ayat hokum kasus kontemporer. Penguasaan sofeware aplikatif | Praktik membaca baik dan benar sesai dg ilmu tajwid.ayat 11-20. 23 Surat pendek 7 Surat aplikatif. Istilah nahwiyah Qa’idah I’rob Kode etik pencari ilmu. Praktek jadi muadzin, imam sholat, imam tahlil dan istighotsah. Praktek membaca kitab taqrib/ta’lim. Jual beli, pinjam meminjam dan administrasi dan perbankan. Hukum thoharoh, ath’imah dan ibadah Hukum, ath’imah dan ibadah. | Tahun III Selain terbiasa dan mampu, juga semangat mengamalkan dan mendakwahkan ajaran dan akhlak Islami. - Dapat melakukan khutbah jum’at - Menjadi bilal Jum’at / Sholat Id - Pidato dan membawakan Acara - Mengajar atau membimbing. | No | Materi | Tujuan pokok | Pokok bahasan | 1 2 3 4 5 6 7 8 9 | Tartil qur’an. Nahwu-sorf Akhlaq Praktik Ibadah Bahasa Arab (3). Syari’ah (3) Al-Hadits (3) Tafsir IT. | Dapat membaca dg baik dan benar juz 20-30 Santri faham akan gramar dan dapat membaca kitab gundul Memberikan keteladanan santri Dapat memimpin peribadatan dengan baik dan benar Dapat membaca tulisan arab gundul. Menguasai konsep syri’at politik. Menguasai hadis-hadis hikmah. Penguasaan aplikasi pemahaman alqur’an. Penguasaan internet dan jaringan. | Praktik membaca baik dan benar sesai dg ilmu tajwid. - Istilah-istilah Nahwu dan Shorof - Pengenalan kaidah I’rob - Praktik membaca. Kode Etik Kehidupan Seorang Muslim. Belajar khutbah/ceramah. Memimpin acara-acara ritual. Praktek membaca dan menerjemahkan kitab. Kepemimpinan islam. Pemerintahan islami. Kehidupan ekonomi Kehidupan keluarga Kehidupan social. Tahlili / kronologis. Website, blog dan jaringan. | Tahun ke IV; Belajar menjadi pengurus kegiatan-kegiatan dan pengurus pesantren. Walaupun belum menjadi pengurus inti. MM: - Photosof dan video editing
- Flash dan animasi Tahun ke lim
- 3D max. Tahun ke enam
TKJ: - Reparasi Komputer dan pengabelan jaringan. Th IV.
- Line jaringan Th V
- Router. Th VI.
b. SILABI 1. Materi Al-Qur’an meliputi kitab- kitab sebagai berikut: a. Al-qur’an dan Terjemahnya 2. Materi Tajwid meliputi kitab-kitab sebagai berikut: a. Ilmu Tajwid b. Jazariyah 3. Akhlak a. Al-Akhlak lil banin/banat. b. Al Adab. c. Ta’limul Muta’llim, d. Kifayatul atqiya’ e. Kimiya’s sa’adah. 4. Materi Hadits meliputi kitab-kitab sebagai berikut: a. Hadits Arba’in 5. Materi Aqidah meliputi kitab-kitab sebagai berikut: a. ‘Aqidatul Awam 6. Materi Bahasa Arab meliputi kitab-kitab sebagai berikut: a. Al-Fath b. Al-Jurumiyah c. Nadhom Imrithi d. Amtsilaut Tashrifiyah 7. Materi Fiqih meliputi kitab-kitab sebagai mberikut: a. Sulamut taufiq b. Safinatun Naja 8. Materi Tarikh meliputi kitab-kitab sebagai berikut: a. Nurul Yaqin b. Sirotun nabi 9. Materi Extra Kurikuler meliputi kitab-kitab sebagai berikut: a. Pelajaran Tehnik Informatika b. Pelajaran tehnologi Pertanian c. Pelajaran Praktik Ibadah Catatan: Yang dicetak tebal adalah materi wajib madin versi depag TINGKAT ULA. Materi Pembinaan Kepribadian. - Takdib/ pembiasaan
- Jama’ah sholat fardlu s/d aurod selesai.
- Puasa senen kamis
- Setiap pagi Jama’ah sholat dhuha
- Infaq Jum’at.
- Bersih-bersih ba’da shubuh.
- Mudarasah al-qur’an ba’da maghrib.
- Olahraga ba’da madin, sore hari.
- Ta’lim / pengajaran
- Sekolah formal jam 6.45-12.45.
- Pengajian kitab ba’da shubuh,dan isya’.
- Madin ba’da ashar.
- Irsyad / bimbingan
- Bimbingan profesi
- Bimbingan rohaniyah
- Bimbingan konselling.
- Bimbingan bakat minat (olah raga dan seni).
|